Perempuan Kunci Ketahanan Bangsa Hadapi Tantangan, Kata Menteri PPPA
- account_circle pusaran.news
- calendar_month Rabu, 6 Mei 2026
- print Cetak

Menteri PPPA Ajak Kolaborasi Organisasi Perempuan untuk Perkuat Peran Perempuan
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
PUSARAN.NEWS- Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, mendorong peran aktif perempuan menjaga ketahanan bangsa. Ini penting di tengah tantangan ketidaksetaraan gender, pengasuhan belum seimbang, serta kekerasan di ruang publik.
Dorongan ini disampaikan Arifah Fauzi dalam Forum Nasional Perempuan Indonesia 2026 di Jakarta pada 6 Mei. Ia menggarisbawahi pentingnya penguatan peran perempuan melalui kerja sama lintas sektor organisasi.
“Kami mengapresiasi diselenggarakannya Forum Nasional Perempuan Indonesia 2026 yang memberi perhatian besar pada Peran Perempuan Menjaga Ketahanan Bangsa,” ujar Menteri PPPA. “Tema ini sangat relevan di tengah berbagai tantangan global dan nasional yang kita hadapi saat ini.”
Arifah Fauzi menjelaskan bahwa ketahanan bangsa kini mencakup dimensi sosial, ekonomi, budaya, hingga ketahanan keluarga. Dalam semua aspek tersebut, perempuan memiliki peran yang sangat sentral sebagai pilar utama.
Menteri PPPA mengakui masih banyak tantangan seperti relasi gender yang belum setara dalam keluarga, menimbulkan beban ganda bagi perempuan. Pengasuhan yang belum seimbang antara ayah dan ibu juga memengaruhi perkembangan anak.
Selain itu, kekerasan yang terjadi di ruang publik menjadi isu serius yang harus diatasi bersama. Peran organisasi perempuan di tingkat akar rumput sangat penting untuk meningkatkan pemahaman masyarakat.
“Peran perempuan dalam menjaga ketahanan bangsa bukan hanya pelengkap, melainkan pilar utama pembangunan,” kata Menteri PPPA. “Perempuan berperan penting di keluarga, sektor ekonomi sebagai penggerak UMKM dan penopang ekonomi keluarga.”
Ia melanjutkan, perempuan juga vital dalam penguatan solidaritas sosial dan sebagai pemimpin yang mampu mengambil keputusan inklusif. Melalui forum ini, komitmen bersama untuk memperkuat peran perempuan diharapkan terbangun.
“Melalui inovasi nyata dan kolaborasi lintas sektor yang berkelanjutan, peran perempuan dapat semakin diperkuat,” tegas Arifah Fauzi. Hal ini akan mendorong kemajuan bangsa secara menyeluruh dan berkesinambungan.
Pimpinan Pusat Perempuan Indonesia Maju, Lana Koentjoro, menyatakan perwakilan perempuan dari seluruh Indonesia akan aktif merumuskan solusi. Mereka juga akan menggerakkan aksi serta mengimplementasikan program kerja nasional terstruktur.
Program kerja tersebut selanjutnya akan disesuaikan dengan kebutuhan spesifik di masing-masing daerah. Ini menunjukkan komitmen nyata untuk dampak lokal yang relevan.
“Forum ini bertujuan memperkuat kesatuan dan kolaborasi antarorganisasi perempuan di seluruh Indonesia,” jelas Lana Koentjoro. “Ini juga untuk membangun sinergi dengan pemerintah, dunia usaha, akademisi, media, dan komunitas.”
Ia menambahkan, forum ini berupaya mendorong peningkatan kapasitas perempuan di bidang pendidikan, ekonomi, sosial, dan budaya. Tujuannya agar perempuan semakin berdaya di berbagai sektor.
“Selain itu, forum ini diharapkan menghasilkan program kerja yang konkret, terukur, dan berdampak langsung,” lanjut Lana. “Serta menyusun rekomendasi strategis sebagai masukan bagi kebijakan pembangunan nasional yang inklusif.”
Forum tersebut juga bertujuan memperluas jejaring kebangsaan untuk memperkuat semangat gotong royong dan persaudaraan. Ini menekankan pentingnya kolaborasi antar elemen bangsa.
Redaktur: Wae
Sumber: KemenPPPA
- Penulis: pusaran.news
