Kementan Jamin Harga Cabai Terkendali, Pasokan Aman
- account_circle pusaran.news
- calendar_month Jumat, 20 Mar 2026
- print Cetak

Pasokan dan Harga Cabai Terkendali, Masyarakat Apresiasi Langkah Konkret Kementan
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
PUSARAN.NEWS- Kementerian Pertanian (Kementan) berhasil menjaga stabilitas pasokan dan harga cabai terkendali secara nasional. Langkah konkret ini memastikan masyarakat mendapatkan akses pangan dengan harga wajar, seperti disampaikan Mentan Andi Amran Sulaiman pada Jumat (20/3/2026).
Langkah tersebut sejalan dengan penegasan Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman sebelumnya tentang keseimbangan pasokan dan harga. Ia menegaskan fokus utama menjaga harga di tingkat konsumen serta memastikan kesesuaian dengan harga acuan pemerintah (HAP).
“Menjaga pasokan pangan, menjaga harga di tingkat konsumen, serta memastikan harga pangan sesuai dengan harga acuan pemerintah (HAP) menjadi fokus utama kami. Dengan langkah konkret di lapangan, kami pastikan masyarakat mendapatkan akses pangan dengan harga yang wajar,” kata Mentan Amran.
Di lapangan, tren harga cabai menunjukkan perbaikan signifikan dengan penurunan harga aneka cabai. Mbah Yono, pelaku usaha percabaian di Pasar Pare, Kediri, Jawa Timur, mengonfirmasi hal ini.
Mbah Yono, pelaku usaha percabaian di Pasar Pare, Kediri, Jawa Timur, mengamati penurunan harga aneka cabai. Ia menyampaikan, “Terutama cabai rawit merah, saat ini harga maksimal di kisaran Rp57.000 per kilogram, setelah sebelumnya sempat melampaui harga acuan di tingkat konsumen.”
Dari sisi petani, kondisi serupa juga terjadi dengan penurunan harga di tingkat produsen. Sumarna selaku Champion Cabai Garut, Jawa Barat, mengonfirmasi tren positif ini.
Sumarna menjelaskan, “Harga cabai rawit merah hari ini berkisar Rp55.000 per kilogram, setelah beberapa hari sebelumnya sempat berada di atas harga acuan pemerintah. Ini sejalan dengan kondisi panen yang sedang tinggi.”
Ketersediaan pasokan memadai menopang kondisi harga cabai terkendali yang semakin stabil saat ini. Data early warning system (EWS) Direktorat Jenderal Hortikultura menunjukkan neraca produksi cabai Maret surplus.
Cabai rawit merah diperkirakan surplus 46.868 ton, sementara cabai besar surplus 8.282 ton pada Maret. Produksi melimpah ini menjadi faktor utama dalam menjaga keseimbangan pasar nasional.
Surplus pasokan berasal dari sentra-sentra produksi utama seperti Garut, Blitar, dan Magelang. Wilayah-wilayah ini tengah memasuki masa panen raya, meningkatkan volume pasokan ke pasar.
Puncak panen ini mampu mengompensasi lonjakan permintaan, terutama menjelang momentum hari besar keagamaan. Hal ini memperkuat stabilitas pasokan dan harga cabai terkendali di pasar.
Ketua Asosiasi Champion Cabai Nasional, Ardhy, menilai produksi melimpah momentum penting stabilisasi pasokan dan harga. Juhara selaku champion cabai juga mendukung perluasan distribusi petani.
Ardhy menegaskan kesiapan asosiasi dalam mendukung distribusi. “Panen berlangsung baik di berbagai sentra, sehingga pasokan melimpah dan bahkan surplus. Kami siap mendukung distribusi untuk menjaga keseimbangan pasokan dan harga,” ungkap Ardhy.
Di sisi konsumen, masyarakat memberikan apresiasi terhadap langkah konkret Kementan. Ini menunjukkan dampak positif kebijakan pemerintah dalam menjaga ketersediaan pangan.
Redaktur: Wae
Sumber: Kementan
- Penulis: pusaran.news
