BPOM Hadirkan Penguatan Inovasi Industri Kosmetik Nasional
- account_circle pusaran.news
- calendar_month Selasa, 5 Mei 2026
- print Cetak

Dorong Transformasi Industri Kosmetik, BPOM Tekankan Inovasi dan Keberlanjutan di Future Beauty Talk 2026 | Badan Pengawas Obat dan Makanan
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
PUSARAN.NEWS- Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mendorong penguatan inovasi dan keberlanjutan industri kosmetik nasional. Hal ini disampaikan dalam acara Future Beauty Talk 2026 di Jakarta, Kamis (30/4/2026).
Kegiatan ini diselenggarakan oleh Martha Tilaar Group di Screen X CGV Grand Indonesia. Acara tersebut menjadi ruang kolaborasi lintas sektor membahas tren, teknologi, serta arah pengembangan industri kecantikan.
Sejumlah tokoh penting hadir, termasuk Anggota Komisi V DPR RI Marlyn Malsarah dan CEO Martha Tilaar Group Kilala Tilaar. Direktur Utama PT Cedefindo Eti Setiawati serta Ketua Umum Perkosmi Sancoyo Antarikso turut meramaikan acara.
Tema acara adalah “Beauty Reimagined: Biotech, Wellness and The Next Cosmetic Frontier”, membahas transformasi industri kecantikan global. Kepala BPOM Taruna Ikrar menyatakan industri kini mengintegrasikan ilmu pengetahuan, kesehatan menyeluruh, dan tanggung jawab lingkungan.
Taruna Ikrar menegaskan, “Industri kecantikan kini berkembang memadukan ilmu pengetahuan, kesehatan menyeluruh, dan tanggung jawab lingkungan.” Pernyataan ini menunjukkan pergeseran fokus industri dari sekadar aspek estetika.
Data BPOM menunjukkan pertumbuhan signifikan industri kosmetik nasional sebesar 64% dalam periode 2021–2025. Pertumbuhan UMKM kosmetik juga mencapai 49%, menandakan potensi besar sektor ini.
Taruna menekankan pentingnya kepatuhan terhadap aspek keamanan, kemanfaatan, dan mutu produk kosmetik. Ini guna melindungi masyarakat dan menjaga kepercayaan pasar terhadap inovasi industri kosmetik nasional.
Pemerintah terus mendorong kemandirian industri melalui riset dan pengembangan bahan baku lokal berbasis biodiversitas Indonesia. BPOM memastikan pengawasan kuat, mendukung inovasi regulasi adaptif, kolaboratif, dan berbasis risiko.
Termasuk percepatan layanan perizinan dan pembinaan bagi pelaku usaha, khususnya usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Taruna Ikrar kembali menekankan potensi besar Indonesia sebagai pemain global industri kecantikan.
Dalam kesempatan berbeda, BPOM pada 5 Mei 2026 juga mengimbau pengguna layanan e-Sertifikasi untuk waspada terhadap penipuan. Pelaku usaha diminta tidak menindaklanjuti permintaan mencurigakan dan segera konfirmasi melalui kanal resmi BPOM.
Redaktur: Wae
Sumber: BPOM
- Penulis: pusaran.news
