Bencana Cuaca Ekstrem Landa Jawa Barat dan Jawa Tengah
- account_circle pusaran.news
- calendar_month Minggu, 12 Apr 2026
- print Cetak

Foto: Kondisi pemukiman yang terdampak angin kencang di Kabupaten Demak, Jawa Tengah pada Jumat (10/4). (BPBD Kabupaten Demak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
PUSARAN.NEWS- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat bencana cuaca ekstrem melanda Indonesia pada 10-12 April. Angin kencang dan banjir dominan terjadi, berdampak di Jawa Barat serta Jawa Tengah.
Hujan disertai angin kencang melanda Desa Cibedug dan Banjarsari, Ciawi, Kabupaten Bogor, Sabtu (11/4). Peristiwa pukul 16.10 WIB ini mengakibatkan 18 rumah dan dua sekolah rusak.
Kerusakan mayoritas menimpa atap rumah, akibat terbawa angin atau tertimpa pohon tumbang. Pohon tumbang di Jalan Gagak Veteran 3 menyebabkan kemacetan di ruas jalan tersebut.
BPBD Kabupaten Bogor segera berkoordinasi dengan instansi terkait untuk penanganan darurat. Unsur terlibat meliputi BPBD, aparat desa, Damkar Sektor Ciawi, serta warga setempat.
Hingga kini, proses perbaikan bangunan yang rusak masih dalam penanganan oleh tim gabungan. Penanganan ini menunjukkan komitmen untuk segera memulihkan kondisi pascabencana.
Angin kencang menerjang Kabupaten Subang, Jawa Barat, Jumat (10/4), memicu cuaca ekstrem. Dua desa terdampak adalah Desa Bunihayu (Jalancagak) dan Desa Tegalurung (Legon Kulon).
Total 144 rumah rusak di Subang: 62 ringan, 60 sedang, dan 22 unit rusak berat. Pascakejadian, BPBD Subang segera melakukan kaji cepat dan pendataan kerusakan di lokasi terdampak.
Tim gabungan bersama BPBD bergotong royong membersihkan ranting pohon tumbang dan rumah rusak. Upaya ini mempercepat pemulihan lingkungan yang terdampak bencana angin kencang tersebut.
Banjir merendam lima desa dan tiga kelurahan di tiga kecamatan Kabupaten Bandung, Jumat (10/4). Hujan intensitas tinggi memicu luapan Sungai Citarum, merendam pemukiman warga.
Banjir merendam Desa Bojong Dari, Bojongsoang, Citeureup, Daeyuhkolot, Cangkuang Wetan, serta Kelurahan Baleendah, Andir, Pasawahan. BPBD setempat melaporkan 693 rumah terendam 10 hingga 130 sentimeter.
Empat puluh tiga jiwa dari Desa Citeureup mengungsi ke Masjid An-Nur RW.13 Sukabirus, 22 jiwa dari Desa Cangkuang turut mengungsi. Sebanyak 1.723 jiwa lainnya masih menempati rumah mereka yang terendam banjir.
Di Kabupaten Demak, Jawa Tengah, kondisi pemukiman turut terdampak angin kencang pada Jumat (10/4). Informasi ini didasarkan pada laporan resmi dari BPBD Kabupaten Demak.
Redaktur: Wae
Sumber: BNPB
- Penulis: pusaran.news
