Wamenkes Apresiasi Konsistensi Program Makan Bergizi Grab-Ovo
- account_circle pusaran.news
- calendar_month Senin, 20 Apr 2026
- print Cetak

Generasi Sehat, Masa Depan Hebat
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
PUSARAN.NEWS- Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) RI, Benjamin Paulus Oktovianus, mengapresiasi konsistensi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kolaborasi Grab-Ovo. Apresiasi disampaikan saat meninjau langsung pelaksanaan program di Sekolah Khusus (SKh) Negeri 01 Tangerang Selatan pada Senin (20/4).
Program MBG ini memperkuat aspek keamanan pangan melalui mekanisme inspeksi rutin dan pemanfaatan Command Center berbasis kecerdasan buatan (AI). Inisiatif ini dinilai Wamenkes Benjamin Paulus Oktovianus berhasil menjaga standar kelayakan makanan secara konsisten selama satu tahun berjalan.
“Kami melihat kualitas makanan sangat luar biasa; anak-anak menikmati dengan lahap dan kebersihannya terjaga,” ujar Wamenkes Benny. Ia juga bangga atas konsistensi program, sebab tidak pernah ada laporan gangguan kesehatan atau keracunan makanan.
Kunjungan ini bertujuan memastikan standar kualitas pada proses pembuatan dan sistem pengawasan tetap dipertahankan dengan baik. Di SKh Negeri 01 Tangsel, program menyasar 187 siswa berkebutuhan khusus dengan penyajian adaptif, seperti penyesuaian tekstur makanan serta pembatasan gluten dan MSG.
Dalam skala nasional, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) bertindak sebagai leading sector dalam menetapkan standar gizi dan keamanan pangan program MBG. Kemenkes menyusun standar menu yang mengacu pada Pedoman Gizi Seimbang serta Angka Kecukupan Gizi (AKG) untuk anak-anak.
Guna mencegah kontaminasi, pengawasan dilakukan melalui Inspeksi Kesehatan Lingkungan secara berjenjang di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Kemenkes juga masif meningkatkan kapasitas SDM; sepanjang Maret 2025 hingga Maret 2026, sebanyak 213.344 penjamah pangan telah mengikuti kursus keamanan pangan daring.
Selain itu, pada Februari 2026, sebanyak 212 peserta lulus sebagai Fasilitator Penjamah Pangan dan 6.219 Kepala serta Ahli Gizi SPPG menyelesaikan program peningkatan kapasitas serupa. Upaya ini dibarengi percepatan penerbitan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) oleh dinas kesehatan setempat.
Data Kemenkes per 18 April 2026 menunjukkan 13.956 SPPG (52,69% dari total 26.489 unit operasional di 37 provinsi) telah memiliki SLHS. Sertifikasi ini menjadi jaminan mutu keamanan pangan siap saji bagi masyarakat luas di seluruh wilayah Indonesia.
Pada kesempatan yang sama, CEO Grab Indonesia Neneng Goenadi menegaskan pihaknya berkomitmen memastikan setiap makanan yang disalurkan memenuhi standar gizi. Makanan tersebut juga melewati proses kebersihan ketat di setiap tahapannya sebelum sampai ke penerima manfaat.
“Melalui dukungan teknologi AI dan pemantauan terpusat di Command Center, kami dapat memantau proses secara real-time untuk menjaga konsistensi kualitas, higienitas, serta transparansi,” lanjut Neneng. Hal ini memastikan makanan yang diterima anak-anak tetap aman dan dapat dipercaya sesuai standar ditetapkan.
Redaktur: Wae
Sumber: Kemenkes
- Penulis: pusaran.news
