Wamenkes Dorong Cek Kesehatan Gratis di Bandar Lampung
- account_circle pusaran.news
- calendar_month Selasa, 14 Apr 2026
- print Cetak

Generasi Sehat, Masa Depan Hebat
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
PUSARAN.NEWS- Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Benjamin Paulus Octavianus mendorong Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi keluarga pasien TB di Bandar Lampung. Langkah ini bertujuan memutus rantai penularan, disampaikan saat kunjungan di Puskesmas Way Halim II, Selasa (14/4).
Program CKG menargetkan 20.000 orang dari 4.301 rumah tangga pasien TB di Bandar Lampung tahun lalu. Estimasi kasus TB di kota ini 5.868, dengan 882 kasus ditemukan hingga April 2026.
Wamenkes Benjamin Paulus Octavianus menekankan deteksi TB sering fokus pada yang sakit, padahal kuman bisa “dorman”. Kuman tuberkulosis dapat bersifat “dorman” di tubuh orang yang tampak sehat, memerlukan pemeriksaan proaktif.
Benjamin Paulus Octavianus menegaskan perubahan fokus penanganan TB saat ini. Ia menegaskan, “Yang diobati selama ini hanya yang sakit.
Program kita sekarang: seluruh anggota rumah tangga pasien TB harus diperiksa melalui CKG, termasuk tensi darah, gula darah, dan rontgen. Jika negatif, wajib terapi pencegahan (TPT) seminggu sekali selama 12 minggu.”
Wamenkes Benjamin Paulus Octavianus juga mengungkapkan instruksi langsung Presiden Prabowo Subianto dua tahun lalu. Instruksi itu terkait kondisi darurat tuberkulosis (TB) di tanah air, mendorong penanganan serius.
Benjamin Paulus Octavianus mengutip pertanyaan Presiden Prabowo Subianto tentang darurat TB. “Dr. Benny, Anda tahu tidak, ada 125.000 orang meninggal setiap tahun karena TB?” ungkap Presiden.
Kondisi ini menjadi perhatian serius mengingat Indonesia tercatat sebagai negara nomor dua kasus TB dunia versi WHO. Benjamin Paulus Octavianus ditugaskan sebagai “komandan lapangan” pemberantasan TB nasional.
Benjamin Paulus Octavianus menekankan perlunya kerja lintas sektoral untuk penanganan TB. Ia menegaskan, “Pak, kalau tidak kerja lintas sektoral, tidak bisa.
Tanpa Kemendagri, Kemendes, Kementerian Perumahan, Ketenagakerjaan—semua berkaitan, tidak bisa obati pasien saja tanpa perbaiki rumahnya.”
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyiapkan anggaran ekstra Rp4,1 triliun untuk percepatan penanggulangan TB. Dana ini dialokasikan bagi alat rontgen, operasional tracing kontak, serta insentif kader TB (dua per desa/kelurahan).
Benjamin Paulus Octavianus mengungkapkan Kemenkes menyiapkan pendanaan per sesi CKG dari kontak erat. “Setiap sesi akan melayani sekitar 100 orang, sehingga terdapat sekitar 200 sesi di Bandar Lampung. Selain itu pengisian SITB juga disederhanakan,” tambahnya.
Secara nasional, kapasitas CKG mencapai 6 juta orang dengan target notifikasi di atas 90 persen tahun ini. Program ini menunjukkan komitmen serius pemerintah dalam penanggulangan TB.
Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Akhmad Wiyagus menegaskan sinergi pusat-daerah krusial dalam penanganan TB. Ia mengatakan, “Di sinilah pentingnya kolaborasi pemerintah dari provinsi hingga kelurahan, bersama kader, tokoh masyarakat, akademisi, dan jurnalis.
Sosialisasikan bahwa TB bukan hal yang ditakuti karena bisa diobati.”
Akhmad Wiyagus juga memuji komitmen Gubernur Lampung Arinal Djunaidi dan Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana. Mereka dinilai berperan aktif dalam memetakan data kesehatan di wilayahnya.
Kunjungan tersebut merupakan bagian dari delapan program prioritas Prabowo-Gibran di bidang kesehatan. Inisiatif ini menegaskan komitmen pemerintah dalam penanggulangan isu kesehatan nasional.
Redaktur: Wae
Sumber: Kemenkes
- Penulis: pusaran.news
