Sinergi Pemerintah-Dunia Usaha Kunci Vokasi Relevan
- account_circle pusaran.news
- calendar_month Jumat, 14 Nov 2025
- print Cetak

Sinergi Pemerintah-Dunia Usaha Kunci Vokasi Relevan
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
PUSARAN.NEWS- Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno menegaskan sinergi pemerintah dan dunia usaha krusial untuk ekosistem pendidikan vokasi yang relevan. Pernyataan penting ini disampaikan dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) KADIN Indonesia 2025 di Plaza BPJAMSOSTEK, Jakarta, Kamis (13/11/2025).
Pemerintah, melalui Tim Koordinasi Nasional Vokasi pimpinan Pratikno, terus memperkuat kesesuaian antara lulusan lembaga vokasi dengan kebutuhan sektor industri. Upaya ini sangat penting guna mengurangi risiko ketidaksesuaian atau mismatch di pasar kerja nasional.
Pratikno mengungkapkan bahwa Kemenko PMK telah menerima buku peta jalan Vokasi Industri 2045 dari KADIN Indonesia. “Kami juga mendapat mandat dari Bapak Presiden untuk memastikan sinergi antara dunia pendidikan dan pasar kerja berjalan efektif,” ujarnya.
Langkah kolaboratif akan diwujudkan melalui pembentukan joint task force serta pengembangan joint dashboard sebagai instrumen bersama. Platform digital ini akan memantau kebutuhan tenaga kerja nasional secara akurat berbasis kecerdasan artifisial.
“Dengan kerja sama ini, kita membuat joint task force, kita membuat joint dashboard, kita akan semakin meningkatkan kesesuaian antara pendidikan di lembaga vokasi dengan kebutuhan di pasar kerja. Ini untuk mengurangi risiko mismatch,” tutur Pratikno.
Kolaborasi ini menjadi langkah nyata menjawab tantangan daya saing global.
Menko PMK menekankan Indonesia harus menyiapkan SDM unggul dan tangguh menghadapi jendela kritis bonus demografi 2025-2030. SDM ini harus globally competitive sekaligus socially inclusive, dengan prinsip no one left behind.
“SDM unggul berarti globally competitive dan socially inclusive. Setiap anak muda Indonesia harus memiliki akses terhadap pendidikan, pelatihan, dan pekerjaan yang layak,” tegas Pratikno.
Pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk menyelesaikan hambatan juga ditekankan.
Pratikno menyerukan pentingnya aksi nyata untuk mengatasi hambatan regulasi, birokrasi, dan koordinasi yang masih ada. “Saatnya walk the talk, jangan talk the talk. Saatnya sama-sama kita selesaikan,” imbuhnya saat Rakornas KADIN.
Sebagai bagian dari agenda Rakornas KADIN, Kemenko PMK dan KADIN Indonesia menandatangani nota kesepahaman penting. MoU ini terkait Dukungan Pelaksanaan Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Melalui Kemitraan Bersama Dunia Usaha dan Dunia Industri.
Menko PMK juga menyaksikan penyerahan white paper bidang kesehatan dari KADIN Indonesia kepada Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin. Rangkaian Rakornas KADIN kemudian berlanjut dengan diskusi terpumpun membahas tiga pilar utama.
Diskusi tersebut mengusung tema “pembangunan produktif, inovatif, dan berkelanjutan menuju Indonesia Maju” yang meliputi pembangunan manusia, Industri Berkelanjutan, serta produktivitas dan Inovasi. Narasumber dari berbagai Kementerian/Lembaga dan mitra terkait turut hadir dalam sesi tersebut.
Redaktur: Wae
Sumber: Kemenko PMK
- Penulis: pusaran.news
