Presiden Prabowo: Penyelamatan Keuangan Negara Untungkan Rakyat
- account_circle pusaran.news
- calendar_month Jumat, 10 Apr 2026
- print Cetak

Presiden RI pada penyerahan denda administratif dan penyelamatan keuangan negara, serta penguasaan kembali kawasan hutan tahap VI di Kompleks Kejaksaan Agung Republik Indonesia, Jakarta, Jumat, 10 Apr
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
PUSARAN.NEWS- Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan penyelamatan keuangan negara dan penguasaan aset strategis untungkan masyarakat luas. Hal ini disampaikan pada penyerahan denda administratif di Kejaksaan Agung, Jakarta, Jumat, 10 April 2026.
Kepala Negara menekankan upaya penyelamatan keuangan negara telah dilakukan berulang dalam 1,5 tahun terakhir. Capaian ini langkah konkret memastikan kerugian negara kembali dan dimanfaatkan untuk kepentingan rakyat.
“Dengan demikian, total uang tunai yang berhasil kita selamatkan sampai hari ini adalah Rp31,3 triliun. Ini angka yang sangat besar,” ucap Presiden.
Presiden Prabowo menekankan dana besar ini dapat meningkatkan kualitas layanan pendidikan secara lebih merata. Capaian tersebut berpotensi melampaui realisasi pembangunan sebelumnya yang masih terbatas.
“Tahun lalu kita baru berhasil memperbaiki 17.000 sekolah, berarti uang ini bisa dua kali lipat APBN, yang mana sekolah-sekolah berbelas tahun tidak mengalami perbaikan.” Demikian tutur Presiden.
Selain pendidikan, Presiden Prabowo menjelaskan penyelamatan keuangan berdampak pada kesejahteraan masyarakat berpenghasilan rendah. Dana ini memperluas program perumahan, sehingga lebih banyak warga merasakan manfaatnya.
“Bisa juga dibayangkan kalau membantu renovasi rumah untuk rakyat berpenghasilan rendah ini dapat memperbaiki 500.000 rumah lebih. Berarti bisa memberi manfaat kepada 2 juta rakyat kita berpenghasilan rendah,” ucap Presiden.
Presiden Prabowo menyampaikan penyelamatan juga mencakup penguasaan kembali aset negara berupa kawasan hutan. Capaian tersebut berpotensi strategis mendorong pemerataan pembangunan nasional.
“Satgas ini berhasil melakukan penguasaan kembali aset negara, kawasan hutan yang bila dinilai, nilai tersebut adalah sekitar Rp370 triliun. Padahal seluruh APBN kita adalah Rp3.700 triliun, kurang lebih.
Berarti yang dilakukan oleh Satgas PKH dalam 1,5 tahun ini menyelamatkan hampir 10 persen dari APBN,” jelas Presiden.
Menurut Presiden, nilai aset ini mempercepat pembangunan infrastruktur dan fasilitas publik di seluruh Indonesia. Kepala Negara menggambarkan pemanfaatan optimal akan membawa perubahan besar bagi rakyat.
Redaktur: Wae
Sumber: Setkab
- Penulis: pusaran.news
