Pratikno Tekankan Vokasi Berprinsip Link Match Meaning
- account_circle pusaran.news
- calendar_month Sabtu, 2 Mei 2026
- print Cetak

Menko PMK Tekankan Pentingnya Link-Match-Meaning, Pastikan Kerja Sama Vokasi-Industri Berdampak Nyata
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
PUSARAN.NEWS- Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno menegaskan pentingnya prinsip “link, match, and meaning” dalam pendidikan vokasi. Pernyataan ini disampaikan pada Konferensi Tahunan Ketiga CITIEA 2026 di UGM Yogyakarta, Senin (27/4/2026), demi menyiapkan SDM unggul sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.
Pratikno menjelaskan bahwa kerja sama vokasi-industri harus relevan dengan pasar kerja dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat luas. Pemerintah terus mendorong peningkatan kualitas SDM untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan memperluas peluang kerja.
“Kita harus benar-benar menyiapkan SDM yang unggul, yang bukan hanya siap kerja, tetapi juga mampu menciptakan lapangan kerja,” tegas Menko PMK. Ia melanjutkan, “Inilah yang kita dorong link, match, and meaning,” agar SDM mampu menciptakan peluang baru dan manfaat bagi masyarakat.
Menko PMK mengapresiasi penguatan kerja sama antara Indonesia dan Cina di bidang vokasi dan industri. Kolaborasi ini dianggap strategis dalam menyiapkan SDM unggul untuk menghadapi tantangan disrupsi global.
“Kami pemerintah mengapresiasi atas kerja sama dari asosiasi pendidikan vokasi di Indonesia dengan pendidikan vokasi di Cina,” imbuhnya. Ia juga mengapresiasi kolaborasi dengan perusahaan-perusahaan dari Cina dan Indonesia, sebagai kunci relevansi keterampilan tenaga kerja.
Pratikno menyoroti disrupsi global seperti perkembangan teknologi digital, kecerdasan artifisial, perubahan iklim, serta dinamika geopolitik. Kondisi ini harus dimaknai sebagai peluang untuk mendorong inovasi dan kolaborasi kuat antara dunia pendidikan dan industri.
“Disrupsi teknologi, perubahan iklim, dan juga geopolitik harus kita lihat bukan hanya sebagai tantangan,” tegasnya. Ia menekankan, “tetapi sebagai peluang bagaimana lembaga pendidikan tinggi bekerja sama dengan industri untuk menemukan solusi yang dihadapi masyarakat.”
Dalam sektor pertanian, inovasi sangat dibutuhkan untuk menjaga produktivitas di tengah perubahan iklim yang tidak menentu. Pemanfaatan teknologi digital dan kecerdasan artifisial diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, termasuk petani dan nelayan.
Teknologi juga berperan memperluas akses layanan pendidikan di daerah terpencil, menunjukkan dampak nyata vokasi. Pada kesempatan itu, turut dilakukan penandatanganan Nota Kesepahaman antara politeknik negeri Indonesia dan Cina.
MoU ini bertujuan memperkuat kolaborasi di bidang pendidikan, penelitian, dan pengembangan akademik. Kerja sama tersebut secara spesifik mencakup pertukaran dosen antar kedua negara untuk memperkaya pengalaman belajar.
Redaktur: Wae
Sumber: Kemenko PMK
- Penulis: pusaran.news
