Prabowo Terima Laporan Realisasi Investasi Kuartal Pertama
- account_circle pusaran.news
- calendar_month Selasa, 21 Apr 2026
- print Cetak

Presiden Prabowo Subianto menerima laporan dari Menteri Investasi dan Hilirisasi, Rosan Roeslani di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, pada Selasa, 21 April 2026.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
PUSARAN.NEWS- Presiden Prabowo Subianto menerima laporan realisasi investasi kuartal pertama 2026 dari Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani. Pertemuan penting ini berlangsung di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta pada Selasa, 21 April 2026.
Menteri Rosan Roeslani melaporkan realisasi investasi kuartal pertama 2026 mencapai Rp498,79 triliun. Angka ini melampaui target Rp497 triliun atau setara dengan 100,36 persen.
“Itu adalah peningkatan 7,22 persen year on year-nya. Dan itu juga penyerapan tenaga kerja Indonesia-nya mencapai 706.569 orang atau 18,93 persen untuk year on year-nya,” kata Rosan.
Komposisi investasi menunjukkan keseimbangan modal dalam negeri dan asing. Investasi asing mencapai Rp249,94 triliun, dengan distribusi luar Jawa 50,37% dan Jawa 49,63%.
Menteri Rosan Roeslani menegaskan minat investor asing terhadap Indonesia tetap tinggi. Ini terjadi di tengah ketidakpastian geopolitik dan geokonomi global yang masih berlangsung.
Minat tinggi investor asing ini ditegaskan Menteri Rosan Roeslani. “Ini terbukti dari investasi yang masuk juga masih sesuai dengan yang kita rencanakan, walaupun itu juga sudah mengalami peningkatan yang sangat signifikan kalau saya boleh sampaikan,” ujarnya.
Rosan menjabarkan tren realisasi dan target investasi nasional jangka panjang. Total investasi periode 2014–2024 mencapai sekitar Rp9.100 triliun.
Target investasi pada periode 2025–2029 meningkat signifikan menjadi lebih dari Rp13.000 triliun. Capaian ini diharapkan tetap terjaga di tengah dinamika ekonomi global.
“Peningkatannya memang cukup signifikan, tapi alhamdulillah masih bisa tercapai target-target itu. Kita harapkan ini bisa terus terjaga investasi ini,” lanjutnya.
Sektor dominan investasi adalah industri logam dasar atau barang logam, seperti smelter. Investasi lain mencakup jasa, pertambangan, perumahan, transportasi, gudang, dan telekomunikasi.
Capaian ini menegaskan Indonesia mampu menjaga stabilitas investasi dan mempercepat transformasi ekonomi berbasis nilai tambah. Ini menunjukkan posisi kuat Indonesia di mata investor global.
Di tengah ketidakpastian global, Indonesia tampil sebagai destinasi investasi yang resilien. Negara ini semakin inklusif dan kompetitif dalam menarik modal asing.
Redaktur: Wae
Sumber: Setkab
- Penulis: pusaran.news
