PUSARAN.NEWS- Presiden RI Prabowo Subianto menggelar taklimat bersama Kabinet Merah Putih di Istana Kepresidenan, Rabu (8/4/2026). Langkah ini menyatukan arah kebijakan strategis nasional di tengah dinamika global yang semakin kompleks.
Dalam taklimat, Presiden Prabowo menegaskan prioritas pemerintah pada perlindungan rakyat. Salah satu kebijakan strategis nasional adalah mempertahankan subsidi BBM bagi 80% masyarakat kecil dan miskin.
Prabowo secara lugas menyatakan, “BBM yang bersubsidi akan kita pertahankan untuk rakyat kecil dan rakyat miskin.” Komitmen ini menunjukkan fokus pemerintah pada kesejahteraan mayoritas penduduk Indonesia.
Pemerintah juga berupaya efisiensi penyelenggaraan ibadah haji, menargetkan penurunan biaya Rp2 juta pada 2026. Upaya tersebut dilakukan di tengah tekanan kenaikan harga avtur global yang berkelanjutan.
Langkah efisiensi meliputi rencana pembentukan perusahaan patungan Garuda Indonesia dan Saudia Airlines. Pemerintah juga mengajukan terminal khusus haji di Arab Saudi demi fasilitas yang lebih baik.
Di sektor energi, Presiden Prabowo menekankan ketahanan nasional melalui diversifikasi sumber. Penguatan kerja sama internasional juga menjadi fokus utama dalam kebijakan strategis nasional.
Krisis global dianggap peluang akselerasi pengembangan energi terbarukan berbasis domestik. Prabowo menegaskan, “Krisis dunia ini bagi saya adalah peluang untuk mempercepat langkah kita.
Energi kita harus terbarukan.”
Presiden mengingatkan ancaman baru di era digital, khususnya penyebaran hoaks dan manipulasi berbasis AI. Hal ini dinilai dapat mengganggu stabilitas negara secara signifikan dan perlu diwaspadai.
Prabowo menyoroti fenomena “echo chamber” yang berpotensi memicu kegaduhan publik. “Mungkin 100 orang, 1.000 orang bisa bikin heboh,” ujarnya mengenai dampak disinformasi di media digital.
Prabowo menegaskan posisi strategis Indonesia sebagai jalur utama perdagangan dan energi global. Stabilitas nasional menjadi kunci penting bagi peran vital tersebut di kancah dunia.
Sekitar 70% kebutuhan energi dan perdagangan Asia Timur melintasi perairan Indonesia. “Sadarkah kita betapa pentingnya Indonesia?” ucapnya, mengingatkan akan peran krusial negara ini.
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Angga Raka Prabowo menambahkan, pelibatan hingga level eselon I sangat penting. Ini memastikan kebijakan pemerintah dapat diimplementasikan secara utuh di lapangan.
Sementara itu, Badan POM menginformasikan adanya indikasi peningkatan penipuan e-Sertifikasi. Pengguna layanan diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap modus penipuan ini.
Apabila pelaku usaha menerima informasi atau permintaan mencurigakan, jangan ditindaklanjuti. Konfirmasi harus segera dilakukan melalui kanal layanan resmi Badan POM untuk validasi.
Pengumuman penting ini disampaikan oleh Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat Badan POM. Informasi tersebut telah dilihat sebanyak 52 kali per tanggal 08-04-2026.
Redaktur: Wae
Sumber: BPOM