PUSARAN.NEWS- Presiden RI Prabowo Subianto meluncurkan groundbreaking proyek hilirisasi tahap I dan II di Kilang Cilacap, Jawa Tengah, Rabu (29/4). Ini menandai implementasi nyata dari studi kelayakan yang disusun Satgas Percepatan Hilirisasi dan Ketahanan Energi Nasional.
Proyek strategis ini merupakan tindak lanjut konkret dari feasibility study (FS) yang disusun Satgas, dipimpin Menteri ESDM Bahlil Lahadalia. Tahap selanjutnya diserahkan kepada Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) untuk dieksekusi.
Bahlil Lahadalia menyatakan groundbreaking tahap I dan II menunjukkan kerja Satgas tidak berhenti di kajian. Proyek hilirisasi ini langsung ditindaklanjuti untuk memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.
Bahlil Lahadalia berbicara usai acara groundbreaking di Kilang Cilacap, Rabu (29/4). Ia menekankan, “FS yang disusun Satgas menjadi landasan penting agar setiap proyek hilirisasi berjalan dengan hitungan yang matang, tepat sasaran, dan memberikan manfaat maksimal bagi negara serta rakyat Indonesia.”
Menurut Bahlil, Satgas Hilirisasi bertugas memastikan perencanaan proyek-proyek hilirisasi memiliki dasar kuat. Sementara itu, Danantara menjalankan tahap eksekusi dan investasi agar implementasinya lebih cepat dan terukur.
Bahlil menegaskan peran Danantara dalam implementasi proyek hilirisasi pasca-FS. Ia menyatakan, “Begitu FS selesai, proyek-proyek itu masuk ke tahap implementasi dan menjadi tugas Danantara untuk memastikan investasi berjalan, proyek terealisasi, dan manfaatnya dirasakan masyarakat.”
Arahan Presiden sangat jelas menurut Bahlil; hilirisasi harus memperkuat ketahanan energi nasional dan meningkatkan nilai tambah sumber daya alam. Ini juga bertujuan mengurangi ketergantungan terhadap impor.
Bahlil menegaskan hilirisasi sebagai instrumen strategis untuk kedaulatan energi dan kesejahteraan rakyat. Ia menyatakan, “Kita tidak boleh lagi hanya menjadi pengekspor bahan mentah.
Hilirisasi harus menjadi alat untuk memperkuat kedaulatan energi, memperbesar penerimaan negara, membuka lapangan kerja, dan memastikan kekayaan alam Indonesia benar-benar dinikmati oleh rakyat Indonesia.”
Proyek strategis hilirisasi mencakup smelter alumina dan bauksit di Mempawah, fasilitas bioavtur serta bioethanol. Termasuk pembangunan kilang gasoline, fasilitas penyimpanan BBM, proyek Dimethyl Ether (DME), hingga hilirisasi nikel, baja karbon, aspal Buton, tembaga, emas, dan biodiesel sawit.
Saat peresmian, Presiden Prabowo menekankan bangsa maju harus mengolah sumber daya sendiri. “Kita tidak mau sekadar jual bahan baku. Kita mau olah turunan-turunannya di Indonesia supaya nilai tambahnya,” tegasnya.
Redaktur: Wae
Sumber: ESDM