PUSARAN.NEWS- Polda Jawa Timur (Jatim) berkomitmen penuh dalam Operasi Ketupat Semeru 2026, bersinergi dengan lintas sektor untuk memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat. Fokus utama operasi ini adalah menjaga kekhusyukan ibadah umat serta stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di seluruh wilayah Jatim, seperti ditegaskan Kabid Humas Kombes Pol Jules Abraham Abast pada Selasa (17/3/26) di Surabaya.
Kombes Pol Jules Abraham Abast menjelaskan bahwa Operasi Ketupat Semeru 2026, yang dimulai sejak 13 Maret 2026, tidak hanya fokus pada arus lalu lintas mudik. Prioritas utama adalah memastikan kelancaran ibadah puasa Ramadhan, pelaksanaan Shalat Idul Fitri, serta perayaan Nyepi dan Tahun Baru Saka bagi umat Hindu.
Abast menegaskan, “Fokus utama menjaga proses ibadah umat agar tetap khusuk.” Ia menambahkan bahwa stabilitas Kamtibmas di lingkungan warga, baik permukiman maupun rumah ibadah, adalah hal fundamental, sementara arus lalu lintas hanyalah dampak.
Dalam operasi ini, Polda Jatim akan memberikan pengamanan di 18.365 lokasi Shalat Idul Fitri, meliputi masjid dan lapangan. Selain itu, pengamanan juga mencakup berbagai objek vital dan rawan gangguan Kamtibmas seperti 68 terminal, 12 pelabuhan, 79 pelabuhan rakyat, 6 bandara, dan 53 stasiun kereta api.
Pengamanan diperluas ke 274 lokasi tempat perbelanjaan, 488 lokasi wisata/hiburan, dan sejumlah SPBU yang berpotensi antrean. Diharapkan sinergi lintas sektor ini mampu menjaga kondusifitas Jawa Timur secara optimal.
Kabid Humas Polda Jatim juga mengimbau masyarakat untuk memastikan rumah dalam keadaan aman saat ditinggal mudik dan melapor kepada RT/RW atau petugas keamanan setempat. “Mari kita bersama – sama wujudkan, Mudik Aman Keluarga Bahagia,” pungkas Kombes Pol Abast.
Redaktur: Wae
Sumber: Tribratanews