Pertamina Pastikan Pasokan Energi Aman Jelang Ramadan Idulfitri
- account_circle pusaran.news
- calendar_month Rabu, 4 Mar 2026
- print Cetak

Antrean BBM di SPBU. (Beritasatu.com/Pepi Kurniawan)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
PUSARAN.NEWS- PT Pertamina (Persero) memastikan kesiapan pasokan energi untuk momen Satuan Tugas (Satgas) Ramadan dan Idulfitri 2026. Langkah ini diambil di tengah prediksi peningkatan konsumsi dan adanya gangguan distribusi minyak mentah di kawasan Timur Tengah.
Wakil Presiden Komunikasi Korporat PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, mengungkapkan bahwa pertamina pastikan pasokan energi telah ditingkatkan melalui berbagai strategi. (04/03)
Baron memprediksi puncak arus mudik akan terjadi dalam dua gelombang, yaitu pada 14-15 Maret 2026 dan 18-19 Maret 2026. Sementara itu, arus balik diperkirakan berlangsung pada 24-25 Maret 2026 dan 28-29 Maret 2026.
Untuk mengantisipasi lonjakan permintaan, Pertamina telah meningkatkan stok energi. “Pertamina telah meningkatkan pasokan stok energi (build-up stock) untuk mengantisipasi peningkatan konsumsi pada periode Ramadan dan Idulfitri,” ungkap Baron di kantor pusat Pertamina, Jakarta, Rabu (4/3/2026).
Proyeksi Pertamina menunjukkan permintaan BBM jenis gasoline akan meningkat 12% dibandingkan periode normal, didorong oleh aktivitas mudik dan wisata. Kenaikan juga diperkirakan terjadi pada LPG, avtur, dan minyak tanah (kerosene).
Baron menegaskan bahwa stok dan pasokan minyak Pertamina saat ini dalam kondisi aman, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir.
“Jadi untuk Ramadan dan Idulfitri sudah kami siapkan. Sehingga masyarakat harap tenang dan tetap bijak mempergunakan energi,” bebernya.
PT Pertamina (Persero) mengakui bahwa memanasnya kondisi geopolitik di Timur Tengah berdampak pada rantai pasok energi global, termasuk sumber impor minyak mentah Indonesia. Baron menjelaskan, pihaknya menjalankan sejumlah strategi reguler, alternatif, hingga skema darurat untuk menjaga ketahanan energi nasional.
Langkah ini menunjukkan bagaimana pertamina pastikan pasokan energi tetap stabil di tengah tantangan global.
“Untuk penyediaan energi, kami melakukan beberapa strategi yang saat ini sedang berproses. Baik melalui pola yang selama ini dilakukan maupun opsi lainnya, dengan tetap mengedepankan tata kelola yang baik,” ungkap Baron.
Terkait potensi perubahan sementara impor dari Timur Tengah, Pertamina tidak secara eksplisit menyebut penghentian total, namun telah mengaktifkan sistem alternatif dan langkah darurat sebagai mitigasi risiko pasokan. Perusahaan juga dikabarkan membuka peluang impor minyak dari negara lain, seperti Singapura, sebagai alternatif.
Menanggapi hal tersebut, manajemen menyatakan koordinasi intensif terus dilakukan dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah. “Kami selalu berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait, termasuk dari pemerintah, untuk memenuhi kebutuhan energi nasional,” papar Baron.(Rls)
Redaktur: wae
- Penulis: pusaran.news
