Pemerintah Setop Oversupply, RKAB Minerba 2026 Direformasi

Pemerintah Setop Oversupply, RKAB Minerba 2026 Direformasi

PUSARAN.NEWS- Pemerintah akan membenahi proses persetujuan RKAB minerba 2026 secara menyeluruh. Tujuannya menyeimbangkan pasokan dan kebutuhan pasar serta menjaga stabilitas harga komoditas.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menjelaskan konteks penyesuaian RKAB minerba. Ia menyatakan, “Kenapa RKAB kita potong? karena kita menyesuaikan antara supply dengan demand.

Upaya penyelarasan antara suplai dan permintaan ini juga dinilai penting, tidak hanya untuk menjaga stabilitas harga komoditas batubara, tetapi juga untuk menjamin ketersediaan cadangan energi bagi generasi mendatang,” kata Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia pada peringatan HUT ke-56 Harian Umum Media Indonesia, Kamis (12/2).

RKAB 2026 disesuaikan untuk mencegah oversupply akibat eksploitasi berlebihan. Bahlil menyarankan produksi ditunda bila komoditas belum laku harga wajar demi sumber daya generasi mendatang.

Menteri Bahlil juga menekankan pentingnya menjaga pasokan untuk masa depan. “Kalau memang belum laku dengan harga baik, jangan dulu kita produksi secara masif, kasihan anak cucu kita ini. Suatu saat kita meninggal, mereka ini yang melanjutkan perjuangan negara ini.

Jangan di saat mereka memimpin barang sudah habis karena kelakuan kita, udah gitu jual murah lagi,” ujarnya.

Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Tri Winarno menyoroti dampak positif kebijakan ini. Pengumuman pemangkasan produksi pada 23 Desember 2025 memicu respons pasar cepat dan kenaikan harga nikel.

Tri Winarno menjelaskan respons pasar yang signifikan. “Pada tanggal 23 Desember 2025, saat Pak Menteri (Bahlil) mengumumkan akan melakukan pemangkasan terhadap produksi. Maka harga nikel langsung naik.

Harga itu sampai sekarang dari Rp14.800 (saat oversupply), peak-nya pernah Rp18.800, tapi sekarang mungkin bisa dicek sekitar Rp17.000 something,” ujar Tri.

Reaksi pasar signifikan membuktikan pengaruh Indonesia sebagai produsen nikel terbesar dunia. Penyesuaian RKAB minerba ini diharapkan menjaga stabilitas harga dan cadangan energi masa depan.

Redaktur: Wae

Sumber: ESDM

pusaran.news: