Pemerintah Prioritaskan Masela dan Transisi Energi di Jepang

Foto: kementerian-esdm-masuk-nominasi-8-besar-percepatan-pelaksanaan-berusaha-bkpm">Kementerian ESDM Masuk Nominasi 8 Besar Percepatan Pelaksanaan Berusaha BKPM

PUSARAN.NEWS- Menteri ESDM Bahlil Lahadalia di Tokyo, Jepang, Senin (30/3), menegaskan prioritas pemerintah dalam memperkuat ketahanan energi nasional. Ini dilakukan melalui percepatan investasi transisi energi dan penyelesaian proyek strategis Blok Masela.

Bahlil Lahadalia menerima penugasan langsung dari Presiden RI Prabowo Subianto. Penugasan ini berfokus pada akselerasi investasi transisi energi serta penyelesaian proyek Blok Masela.

“Atas arahan Bapak Presiden Prabowo, saya itu ditugaskan untuk melakukan dua hal. Pertama adalah memastikan percepatan tentang investasi di transisi energi. Yang kedua adalah menyangkut Inpex blok Masela,” ujar Bahlil di sela kunjungan kerja di Tokyo, Jepang, Senin (30/3).

Proyek Blok Masela menunjukkan kemajuan signifikan setelah pertemuan intensif sepanjang 2025. Pemerintah menyepakati skema pengembangan senilai awal USD20,9 miliar, berpotensi meningkat dengan teknologi penangkapan karbon (CCS).

Nilai investasi keseluruhan proyek diperkirakan mencapai lebih dari Rp300 triliun, menegaskan dominasi sektor ESDM. Pemerintah menargetkan percepatan implementasi, termasuk tender Engineering, Procurement, and Construction (EPC) serta penyelesaian Front-End Engineering and Design (FEED) pada tahun 2026.

“Nah, tugas saya sebagai Menteri ESDM, Bapak Presiden tadi dalam arahannya, ketika saya pertemukan Presiden Direktur daripada Inpex, dengan Bapak Presiden, mengharapkan agar proyek ini bisa cepat diimplementasikan. Dan tahun ini, 2026, tender EPC-nya akan kita lakukan.

FEED-nya juga akan selesai. Dan kita minta untuk dipercepat,” tegasnya.

Percepatan proyek Blok Masela akan berdampak besar pada ketahanan energi nasional. Proyek migas berskala besar (giant) ini memperkuat posisi Indonesia sebagai pemain gas dunia serta mendorong hilirisasi domestik.

Selain migas, pemerintah mendorong pemanfaatan energi non-fosil sebagai strategi transisi energi nasional. Energi panas bumi, tenaga air, surya, dan angin didorong bila didukung teknologi yang efisien dan kompetitif.

Bahlil menegaskan percepatan transisi energi penting untuk mengantisipasi ketidakpastian global yang tidak dapat diprediksi. Ketidakpastian geopolitik global menuntut langkah strategis dan proaktif dari pemerintah.

“Karena geopolitik ini kita gak pernah tahu kapan selesai. Jadi mau

Redaktur: Wae

Sumber: ESDM

pusaran.news: