Menteri Bahlil Pastikan Pasokan Energi Aman Arus Balik Lebaran

Foto: kementerian-esdm-masuk-nominasi-8-besar-percepatan-pelaksanaan-berusaha-bkpm">Kementerian ESDM Masuk Nominasi 8 Besar Percepatan Pelaksanaan Berusaha BKPM

PUSARAN.NEWS- Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menjamin pasokan energi nasional aman saat arus balik Idul Fitri 2026/1447 H. Ini disampaikannya usai memantau SPBU 35i Rest Area 519B Sragen dan SPBU 44.577.09 Bolon, Karanganyar, Jawa Tengah, Kamis (26/3).

Bahlil menyatakan telah memantau ketersediaan BBM jenis solar dan bensin, SPKLU, serta beberapa pembangkit listrik. “Kami mengecek tentang ketersediaan BBM, baik itu solar maupun bensin, termasuk SPKLU, pengisian untuk kendaraan listrik, dan juga beberapa pembangkit listrik. Alhamdulillah, kami dapat melaporkan bahwa atas kerjasama tim dan kerjasama dari masyarakat, Satgas di sektor ESDM, mulai dari 10 hari sebelum Hari Raya sampai dengan sekarang, Alhamdulillah berjalan baik,” ujarnya kepada awak media di SPBU Bolon, Karanganyar, Jawa Tengah, Kamis (26/3).

Kementerian ESDM menjamin kebutuhan BBM dan LPG masyarakat terpenuhi selama periode mudik dan arus balik. Ini demi kenyamanan keluarga berkumpul di kampung halaman.

Menteri Bahlil menegaskan pasokan energi nasional terjamin sesuai mandat Presiden Prabowo Subianto. Ini penting di tengah ketidakstabilan BBM dunia akibat perang Timur Tengah.

Bahlil menjelaskan, Presiden Prabowo telah memerintahkan pencarian pasokan minyak dari berbagai negara serta optimalisasi energi domestik. “Harus saya yakinkan kepada rakyat Indonesia, bahwa solar kita Insya Allah tidak lagi kita lakukan impor. Jadi, clear.

BBM berbentuk bensin, sebagian 50% kita masih impor, sebagian kita dalam negeri. Tetapi kita sudah mencari alternatif-alternatifnya, termasuk crude (minyak mentah)-nya,” tegas Bahlil.

Bahlil menekankan bahwa Pemerintah butuh dukungan masyarakat untuk memanfaatkan energi secara bijak. Ia mengimbau penggunaan LPG dan SPBU sesuai peruntukannya, bukan untuk industri.

Bahlil mengimbau masyarakat agar bijak menggunakan energi, seperti LPG dan SPBU. “Kalau masak pakai LPG, kalau masakannya sudah masak, jangan (LPG) kompornya boros. Kemudian SPBU ini bukan untuk industri, jadi tolong dipakai dengan bijaksana.

Karena ini kita harus betul-betul meminta bantuan rakyat untuk kita bersama-sama dalam memakai energi yang bijaksana,” tandasnya.

Redaktur: Wae

Sumber: ESDM

pusaran.news: