Menteri Bahlil Kawal Hilirisasi dan Transisi Energi Nasional

Foto: kementerian-esdm-masuk-nominasi-8-besar-percepatan-pelaksanaan-berusaha-bkpm">Kementerian ESDM Masuk Nominasi 8 Besar Percepatan Pelaksanaan Berusaha BKPM

PUSARAN.NEWS- Menteri ESDM Bahlil Lahadalia tegaskan kesiapan kementerian kawal hilirisasi mineral dan transisi energi terintegrasi. Pernyataan di Tokyo, Senin (30/3), ini optimalkan manfaat ekonomi dan perkuat ketahanan energi nasional.

Bahlil menjelaskan, arahan Presiden Prabowo menekankan hilirisasi mineral dan transisi energi harus berjalan beriringan. “Kami akan memastikan seluruh kebijakan di sektor ESDM diarahkan untuk meningkatkan nilai tambah di dalam negeri sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional,” tegas Bahlil.

Bahlil menyebut, percepatan pengembangan energi baru terbarukan (EBT) didorong lewat optimalisasi potensi domestik. Ini mencakup energi surya, panas bumi, bioenergi, serta kolaborasi internasional untuk transfer teknologi dan investasi.

Menteri Bahlil menegaskan komitmen tersebut dalam pernyataannya. “Kami juga akan mendorong percepatan pengembangan energi baru terbarukan, termasuk energi surya, panas bumi, dan bioenergi, serta memperkuat kolaborasi dengan mitra internasional guna mendukung transfer teknologi dan investasi di sektor energi bersih,” ungkap Bahlil.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto tegaskan Indonesia harus naik ke rantai nilai lebih tinggi melalui industrialisasi. Pengelolaan sumber daya alam wajib beri manfaat besar bagi masyarakat, bukan sekadar ekspor bahan mentah.

Ia menekankan pentingnya peningkatan kualitas hidup rakyat. “Kita harus naik ke rantai nilai yang lebih tinggi. Indonesia ingin melakukan industrialisasi.

Kita ingin kualitas hidup yang baik bagi rakyat kita. Kita ingin menghapus kemiskinan.

Kita ingin menghapus kelaparan,” jelas Prabowo.

Prabowo juga ingatkan pengelolaan mineral harus berprinsip keberlanjutan dan berorientasi jangka panjang. Sumber daya alam Indonesia wajib beri nilai tambah maksimal, sekaligus dijaga untuk generasi mendatang.

Prabowo juga menekankan perlindungan sumber daya alam untuk masa depan bangsa. “Kita harus melindungi sumber daya kita. Kita harus mengamankan nilai ekonomi tertinggi dari sumber daya kita.

Kita tidak bisa lagi puas dengan mengekspor bahan mentah tanpa nilai tambah. Mineral kritis kita adalah aset strategis.

Mineral kita harus dilindungi untuk generasi masa depan rakyat kita,” tegas Prabowo.

Selain hilirisasi, Presiden menyoroti percepatan transformasi energi di tengah dinamika geopolitik global. Pemerintah akan perbesar pengembangan EBT (surya, panas bumi, bioenergi) demi ketahanan energi nasional.

Redaktur: Wae

Sumber: ESDM

pusaran.news: