PUSARAN.NEWS- Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mempercepat langkah mitigasi El Nino 2026 dengan lima strategi utama di Kantor Pusat Kementan, Jakarta, Kamis (2/4/2026). Upaya ini dilakukan untuk menjaga stabilitas produksi pangan nasional di tengah potensi ancaman kemarau panjang.
Peringatan BMKG tentang potensi El Nino cukup mengkhawatirkan, sehingga memerlukan langkah strategis dan percepatan, kata Mentan Amran. Pemerintah memperkuat antisipasi menjaga ketersediaan pangan nasional, termasuk melalui penguatan stok.
Kementan berhasil mencapai stok pangan 4,4 juta ton dan menargetkan 5 juta ton bulan ini, ungkap Mentan Amran. “Ini berkat kerja keras kita semua,” tambahnya, mengapresiasi capaian tersebut.
Untuk menjaga momentum positif ini, Kementan mempercepat implementasi lima strategi utama menghadapi potensi El Nino. Strategi tersebut dirancang untuk mitigasi dampak kekeringan secara komprehensif di lapangan.
Pertama, Kementan melakukan pemetaan wilayah rawan kekeringan dan memperkuat sistem peringatan dini. Ini bertujuan agar langkah antisipasi dapat dilakukan lebih cepat dan tepat sasaran.
Kedua, optimalisasi pengelolaan air dengan rehabilitasi irigasi, embung, dan irigasi perpompaan. Termasuk pompanisasi serta sistem perpipaan di berbagai wilayah untuk efisiensi.
Ketiga, percepatan tanam di wilayah berpotensi air, khususnya Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Jawa Barat. Ini juga mendorong penggunaan varietas unggul tahan kekeringan dan berumur genjah.
Keempat, optimalisasi pemanfaatan lahan, termasuk lahan rawa dan cetak sawah yang telah dibangun. Lahan ini harus segera ditanami tanpa jeda untuk mengejar target produksi nasional.
Kelima, penguatan koordinasi pusat, daerah, TNI, serta seluruh pemangku kepentingan menjadi prioritas. Ini guna memastikan percepatan mitigasi El Nino berjalan efektif di lapangan.
Mentan Amran menekankan percepatan mitigasi melalui oplah rawa, cetak sawah, pompanisasi, dan irigasi perpompaan (irpom). Ini termasuk pemanfaatan sumur dalam dan sumur dangkal untuk pengairan.
“Kita manfaatkan masih ada musim hujan khususnya Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat,” jelas Mentan Amran. “Tolong dilakukan percepatan daerah-daerah yang masih ada hujan.”
Mentan Amran melanjutkan, “Kemudian oplah lahan rawa dipercepat, cetak sawah yang sudah dibangun segera tanam.” Ia juga menegaskan, “pompanisasi dan irpom digerakkan” di lapangan.
Langkah-langkah tersebut telah mulai diimplementasikan secara konkret di lapangan. Ini melalui percepatan tanam, optimalisasi lahan, cetak sawah, serta penguatan pompanisasi dan irpom.
Untuk mendukung percepatan ini, Mentan Amran meminta pemerintah daerah segera mengusulkan kebutuhan. Ini agar penyesuaian anggaran dapat dilakukan secara cepat dan tepat sasaran.
Redaktur: Wae
Sumber: Kementan