PUSARAN.NEWS- Menpora RI Erick Thohir menyampaikan keprihatinan mendalam atas dugaan pelecehan seksual dan kekerasan fisik di Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI). Ia menegaskan dukungan penuh bagi atlet korban dan keluarga yang terdampak, seperti disampaikan di Jakarta pada Jumat, 6 Maret.
“Para atlet adalah anak-anak bangsa. Mereka berlatih dengan disiplin, berkorban dengan sepenuh hati, dan membawa Merah Putih dengan kebanggaan,” kata Menpora Erick. “Mereka harus dilindungi, mereka harus merasa aman, mereka ada marwah bangsa Indonesia karena mereka pejuang modern di era ini.”
Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) telah membaca dan mempelajari dugaan pelecehan seksual serta kekerasan fisik pelatih kepala Sdr. HB.
Kemenpora turut menyampaikan keprihatinan mendalam dan mendoakan para atlet korban beserta keluarga terdampak.
Kemenpora memberikan dukungan penuh kepada FPTI yang telah membentuk tim investigasi untuk menelusuri dugaan ini secara rinci dan serius. Kemenpora siap bekerja sama dengan FPTI, atlet, dan keluarga, termasuk menyediakan pendampingan hukum serta psikologis.
Apabila ditemukan pelecehan atau tindak pidana kekerasan seksual dan fisik, Kemenpora menghimbau sanksi paling berat dijatuhkan kepada pelaku. Sanksi seumur hidup termasuk di dalamnya, serta proses hukum sesuai UU Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS) dan peraturan berlaku.
Olahraga adalah bentuk pembangunan karakter pemuda dan bangsa, serta wujud kedigdayaan melalui prestasi nasional maupun internasional. Pengabdian, pengorbanan, dan dedikasi atlet tidak seharusnya dinodai oleh tindakan tidak terpuji yang berpotensi melanggar hukum.
Seluruh Induk Organisasi Cabang Olahraga harus menempatkan perlindungan atlet sebagai prioritas utama. Kemenpora membuka diri bagi semua atlet Indonesia untuk melaporkan pelecehan, tindak pidana seksual, kekerasan fisik, atau perundungan.
Menpora Erick Thohir menegaskan keberpihakannya kepada seluruh atlet Indonesia di berbagai cabang olahraga dan tingkatan. “Kalian tidak sendiri,” tambahnya, “Kami membuka pintu selebar-lebarnya untuk mendengar, membantu, dan melindungi seluruh atlet Indonesia jika ada yang pernah atau bahkan sedang menjadi korban pelecehan atau kekerasan seksual maupun fisik.”
Rasa prihatin mendalam juga dirasakan oleh legenda bulutangkis Susy Susanti. Ia mendengar kabar dugaan pelecehan seksual dan kekerasan fisik yang menimpa atlet putra serta putri cabang olahraga panjat tebing.
Redaktur: Wae
Sumber: Kemenpora