PUSARAN.NEWS- Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno menyerahkan bantuan stimulan rumah rusak tahap kedua di Kabupaten Bireuen, Aceh, pada Selasa (3/3/2026). Total Rp86,1 miliar disalurkan untuk ribuan rumah terdampak bencana, sebagai komitmen percepatan rehabilitasi pemerintah pusat.
Kabupaten Bireuen menerima alokasi terbesar dalam tahap kedua ini dibandingkan daerah lain di tiga provinsi terdampak bencana. Sebanyak 4.347 unit rumah memperoleh bantuan, meliputi 2.954 unit rusak ringan senilai kurang lebih Rp44,31 miliar dan 1.393 unit rusak sedang senilai Rp41,79 miliar.
“Hari ini adalah tahap kedua kita menyalurkan bantuan stimulan untuk rumah rusak sedang dan rusak ringan,” ujar Pratikno saat penyerahan bantuan di Kabupaten Bireuen, Aceh. Ia menambahkan bahwa “Kabupaten Bireuen mendapatkan bantuan terbesar dalam program rehab tahap dua di tiga provinsi ini.”
Pratikno menegaskan percepatan pemulihan wilayah terdampak merupakan arahan langsung Presiden Prabowo Subianto kepada seluruh jajaran kementerian dan lembaga. Pemerintah akan terus bekerja keras agar proses rehabilitasi berjalan secepat mungkin, meskipun menghadapi tantangan bencana berulang di berbagai wilayah.
“Bapak Presiden selalu memerintahkan kepada jajaran kementerian dan lembaga untuk secepat-cepatnya memulihkan Provinsi Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat,” tegas Pratikno. Ia memohon maaf jika prosesnya belum secepat harapan, namun pemerintah akan terus berupaya “termasuk pembangunan kembali rumah rusak berat.”
Pemerintah menyiapkan perhatian khusus menjelang Ramadan dan Idul Fitri agar masyarakat terdampak dapat beribadah dan merayakan hari raya lebih nyaman. Rencana induk versi 1 telah ditetapkan, dengan masukan ditunggu hingga akhir Maret untuk proses finalisasi.
Rencana induk tersebut akan menjadi dasar penganggaran oleh Kementerian Keuangan, sehingga pemerintah daerah diminta aktif mengawal pengajuan usulan. “Penetapan rencana induk ini menjadi penting karena menjadi basis untuk penganggaran oleh Kementerian Keuangan,” tutur Pratikno.
Pratikno meminta, “Jadi bagi para kepala daerah, mohon dikawal untuk memasukkan usulan sesuai dengan tata prosedur yang berlaku ke Bappenas pada Maret ini.” Menko PMK menegaskan bahwa proses rehabilitasi dan rekonstruksi akan terus dikawal terpadu.
Pengawalan terpadu ini bertujuan agar pemulihan menghasilkan hunian lebih aman dan tangguh terhadap risiko bencana di masa mendatang. Kepala BNPB Suharyanto, Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah, serta Bupati Bireuen Mukhlis turut hadir.
Perwakilan dari kementerian/lembaga terkait juga hadir, bersama dengan para bupati dan walikota dari wilayah terdampak bencana lainnya. Kehadiran mereka menunjukkan koordinasi lintas sektor dalam percepatan penanganan pascabencana.
Redaktur: Wae
Sumber: Kemenko PMK