Mayat Guru Ditemukan Membusuk di Bima, Keluarga Tolak Autopsi

Mayat Guru Ditemukan Membusuk di Bima, Keluarga Tolak Autopsi

PUSARAN.NEWS- Seorang tenaga pengajar bernama Mawardin (40) ditemukan meninggal dunia dalam kondisi membusuk di rumahnya di BTN Grand 1 City, Kelurahan Ule, Bima, pada Selasa (14/04/2026) sekitar pukul 18.00 WITA. Penemuan ini berawal dari kecurigaan warga terhadap bau tak sedap.

Saksi Rasidin Hakim (45) mencium bau menyengat sekitar pukul 17.45 WITA saat mengunjungi tetangga dan mendekati rumah korban. Setelah melihat tubuh Mawardin tergeletak membusuk melalui jendela yang terbuka sebagian, ia segera melaporkan kejadian itu kepada warga dan polisi.

Kapolsek Asakota IPTU Mirafuddin bersama personel tiba di lokasi sekitar pukul 18.05 WITA dan segera mengamankan Tempat Kejadian Perkara (TKP). Unit Identifikasi Sat Reskrim Polres Bima Kota bersama personel Intelkam kemudian melakukan olah TKP menyeluruh.

Identifikasi jenazah disaksikan oleh Abdul Haris (50), kakak kandung korban, yang mengonfirmasi bahwa itu adalah Mawardin. Keluarga menyebut korban sempat mengeluhkan sakit di bagian perut dan diketahui tinggal seorang diri sejak tahun 2025.

Petugas kepolisian menyarankan visum atau autopsi untuk memastikan penyebab kematian, namun pihak keluarga menolak dan menerima kejadian tersebut sebagai musibah. Kapolsek Asakota IPTU Mirafuddin mengungkapkan, penolakan tersebut telah dituangkan secara resmi dalam berita acara yang ditandatangani oleh keluarga korban.

Redaktur: Wae

Sumber: Tribratanews

pusaran.news: