PUSARAN.NEWS- KSSK menyatakan sistem keuangan terjaga di Triwulan I 2026, di tengah volatilitas pasar global. Rapat berkala KSSK II pada 27 April 2026 menekankan koordinasi antarotoritas untuk mitigasi risiko.
Kondisi fiskal, moneter, dan sektor keuangan tetap terjaga di Triwulan I 2026 berdasarkan asesmen KSSK. Volatilitas pasar global meningkat akibat eskalasi konflik di Timur Tengah.
KSSK terdiri dari Menteri Keuangan, Gubernur BI, Ketua DK OJK, dan Ketua DK LPS. Mereka akan mencermati dan melakukan asesmen forward-looking serta mitigasi risiko secara terkoordinasi.
Prospek ekonomi dunia melemah akibat konflik Timur Tengah yang mengganggu pasokan global. Hal ini mendorong kenaikan harga minyak dan komoditas, serta memengaruhi rantai pasok perdagangan.
IMF memprakirakan pertumbuhan ekonomi dunia melambat ke 3,1% (2026) dari 3,4% (2025). Inflasi global diproyeksi naik ke 4,4% (2026) dari 4,1% (2025), menurut World Economic Outlook April 2026.
Inflasi tinggi membatasi pelonggaran moneter, termasuk Fed Funds Rate AS. Pasar bergejolak, penguatan dolar AS, dan modal terbatas ke negara berkembang.
Ekonomi Indonesia tumbuh kuat, menunjukkan daya tahan di tengah dinamika global. Pertumbuhan Triwulan I 2026 mencapai 5,61% yoy, lebih tinggi dari 5,39% yoy triwulan sebelumnya.
Pertumbuhan ini didorong akselerasi belanja Pemerintah, khususnya melalui belanja prioritas. Hal tersebut turut mendorong kenaikan konsumsi rumah tangga dan investasi yang tinggi.
Konsumsi rumah tangga tumbuh tinggi didukung oleh kepercayaan konsumen. Peningkatan aktivitas ekonomi juga menjadi faktor pendukung signifikan.
Redaktur: Wae
Sumber: OJK