PUSARAN.NEWS- Wakil Ketua KPK, Ibnu Basuki Widodo, menegaskan pentingnya penguatan integritas dalam tata kelola demi menutup celah korupsi yang kian terselubung. Pernyataan ini disampaikan dalam kuliah umum di UGM dan Polkesyo, DIY, pada Jumat (27/2).
Kompleksitas tata kelola mendorong Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memperkuat strategi pencegahan melalui pembenahan sistem. Upaya ini krusial untuk menanamkan integritas pada setiap pengambil kebijakan.
Kuliah umum bertema ‘Membangun Budaya Integritas di Perguruan Tinggi’ ini menjadi forum strategis. Forum tersebut menegaskan peran sivitas akademika sebagai garda depan pembentukan karakter antikorupsi.
Ibnu menekankan, perguruan tinggi bukan hanya pusat keilmuan, tetapi juga keteladanan integritas bagi calon pemimpin masa depan. Korupsi kini kerap tumbuh dari kelemahan sistem, bukan sekadar niat personal.
“Karena itu, perguruan tinggi harus tampil sebagai motor penggerak pertumbuhan berkelanjutan, sekaligus agen penyiapan sumber daya kreatif yang berintegritas,” ungkap Ibnu. Pemberantasan korupsi tidak dapat bertumpu pada penindakan hukum semata.
Yang jauh lebih mendasar adalah pembenahan tata kelola dan penguatan integritas individu. Ini penting agar setiap kebijakan benar-benar berpihak pada kepentingan publik.
Indeks Persepsi Korupsi (IPK) 2025 dari Transparency International Indonesia (TII) menunjukkan skor Indonesia 34 dari 100. Angka ini menurun dari tahun sebelumnya sebesar 37, menempatkan Indonesia pada peringkat 109 dari 182 negara global.
Skor tersebut mencerminkan tantangan serius dalam tata kelola anggaran, kualitas pelayanan publik, serta efektivitas pemerintahan dan sektor usaha. Ibnu menegaskan, fokus utama adalah tren penurunan dan akar persoalan, bukan semata posisi peringkat.
Setiap praktik korupsi merampas hak masyarakat atas layanan pendidikan, kesehatan, dan pembangunan infrastruktur. Oleh karena itu, penguatan integritas menjadi langkah mendesak bagi bangsa.
Sehari sebelumnya, Ibnu menegaskan pendidikan antikorupsi (PAK) sebagai instrumen strategis pencegahan korupsi di Polkesyo. KPK melalui Direktorat Jejaring Pendidikan (Jardik) telah mengembangkan pelbagai program kolaboratif.
Program tersebut meliputi advokasi kebijakan, penyusunan standar kompetensi PAK, pelatihan guru/dosen, dan pengembangan bahan ajar. Kegiatan kemahasiswaan juga turut diperkuat dalam upaya ini.
“Implementasi pendidikan antikorupsi, dijalankan melalui dua pendekatan utama, yaitu mengintegrasikan nilai-nilai integritas ke dalam kurikulum dan memperkuat ekosistem pendidikan,” tutur Ibnu. Langkah ini mendukung lahirnya budaya antikorupsi yang berkelanjutan.
Strategi ini penting agar pembelajaran tidak berhenti pada aspek teoritis saja. Ini bertujuan membentuk kesadaran dan praktik integritas yang nyata.
KPK secara berkelanjutan mendorong lahirnya tenaga pendidik kompeten melalui diseminasi kebijakan implementasi PAK. Upaya ini membangun kesadaran sivitas akademika akan pentingnya integritas dalam ekosistem pendidikan.
Hal tersebut juga memperkuat jejaring komunikasi antarpemangku kepentingan pendidikan di berbagai daerah. Tujuannya agar implementasi PAK lebih terkoordinasi dan berkelanjutan.
Penanaman nilai integritas turut difokuskan pada pembentukan aparatur masa depan melalui peningkatan kapasitas. Ini dilakukan di lingkungan Pendidikan Tinggi dan Pendidikan Khusus Layanan (PTKL) kedinasan kementerian/lembaga.
Sepanjang 2025, penguatan kapasitas digelar lebih mendalam di tiga institusi strategis. Institusi tersebut adalah Politeknik Pengayoman Indonesia (Poltekpin), Politeknik Statistika, dan Politeknik Transportasi Darat Indonesia (PTDI STTD).
“Upaya ini merupakan investasi jangka panjang untuk melahirkan sumber daya manusia yang berintegritas. Pemberantasan korupsi menjadi jawab kolektif, di mana KPK memastikan hukum tidak tunduk pada jabatan dan keadilan tidak tunduk pada kekuasaan,” pungkas Ibnu.
Ia menambahkan, tanpa budaya integritas yang kokoh, penindakan semata tidak akan memadai. Di akhir paparannya, Ibnu mengutip pesan bahwa perubahan hanya akan terwujud jika setiap individu berkomitmen memperbaiki diri.
Ia juga memaknai Ramadhan sebagai momentum refleksi memperkuat integritas pribadi dan komitmen kebangsaan. Ini sekaligus menegaskan peran strategis perguruan tinggi mencetak generasi profesional dan berintegritas.
Kegiatan di UGM dan Polkesyo dihadiri pimpinan perguruan tinggi, dosen, tenaga kependidikan, serta mahasiswa. Hadir pula jajaran Direktorat Pembinaan Peran Serta Masyarakat dan Direktorat Jejaring Pendidikan KPK.
Melalui sinergi ini, KPK berharap dapat membangun ekosistem pendidikan tinggi yang unggul secara akademik. Ekosistem tersebut juga harus kokoh dalam nilai kejujuran dan tanggung jawab.
Redaktur: Wae
Sumber: KPK Tegaskan Kampus Garda Terdepan Bangun Budaya Integritas