KLH/BPLH Umumkan Daftar Calon Penerima Kalpataru 2026

KLH/BPLH Umumkan Calon Penerima Penghargaan Kalpataru 2026, Apresiasi Dedikasi Pejuang Lingkungan dari Berbagai Daerah

PUSARAN.NEWS- Jakarta – Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) mengumumkan daftar calon penerima Penghargaan Kalpataru Tahun 2026 pada 8 Mei. Pengumuman ini menjadi bagian Apresiasi Kalpataru 2026, menjunjung transparansi dan partisipasi publik untuk penghargaan lingkungan tertinggi.

Tahapan penilaian ini menjamin transparansi, partisipasi publik, serta keterbukaan informasi dalam seleksi. Masyarakat diberi kesempatan menyampaikan dukungan atau sanggahan selama tujuh hari kalender sejak pengumuman ditayangkan.

Plt. Kepala Pusat Pengembangan Generasi Lingkungan Hidup KLH/BPLH, Sinta Saptarina Soemiarno, menyatakan calon penerima telah berdedikasi.

Mereka menunjukkan konsistensi dan aksi nyata menjaga kelestarian lingkungan hidup di berbagai daerah Indonesia.

Sinta Saptarina Soemiarno menegaskan, “Kalpataru merupakan bentuk penghormatan negara kepada para pejuang lingkungan yang telah bekerja nyata menjaga alam, memberdayakan masyarakat, dan membangun masa depan lingkungan hidup yang lebih baik.” “Proses seleksi dilakukan secara objektif dan terbuka agar penghargaan diberikan kepada sosok yang benar-benar berdampak bagi lingkungan dan masyarakat,” ujarnya.

Calon penerima Penghargaan Kalpataru Tahun 2026 berasal dari kategori Perintis, Pengabdi, Penyelamat, Pembina Lingkungan, serta Kalpataru Yuvan. Kandidat hadir dari berbagai wilayah dengan inovasi dan gerakan lingkungan, seperti rehabilitasi mangrove hingga perlindungan hutan adat.

Daftar calon penerima mencakup Wibi Nugraha dari Sumatera Utara, penggerak konservasi mangrove berbasis silvofishery. Arief Suharyo dari Jawa Tengah juga masuk, dengan inovasi pengolahan sampah organik “Wirus Tribio” yang berhasil.

Komang Astika dari Bali dikenal sebagai pionir restorasi terumbu karang menggunakan teknologi Biorock di Desa Pemuteran. Kategori Kalpataru Yuvan menampilkan Muhammad Zidane Nur Adha dari Jawa Tengah dengan Jambore Generasi Hijau dan Aeshnina Azzahra Aqilani dari Jawa Timur atas advokasi mikroplastik.

Sinta Saptarina Soemiarno kembali menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam menjaga integritas penilaian. “Kami mengajak masyarakat untuk ikut berpartisipasi memberikan dukungan ataupun sanggahan secara bertanggung jawab terhadap para calon penerima Kalpataru. Partisipasi publik menjadi bagian penting dalam menjaga integritas proses penilaian Kalpataru Tahun 2026,” ujarnya.

Redaktur: Wae

Sumber: KemenLH

pusaran.news: