KLH/BPLH Edukasi Sampah Berkelanjutan Warga Dukuh Jaktim

Edukasi di Tingkat Tapak, KLH/BPLH Ajak Warga Kelola Sampah dari Rumah

PUSARAN.NEWS- Kementerian Lingkungan Hidup/BPLH melalui Direktorat PPKWPL menggelar edukasi masif tentang pengelolaan sampah di Kelurahan Dukuh, Jakarta Timur. Kegiatan 31 Maret 2026 ini bertujuan membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya memilah dan mengelola sampah secara berkelanjutan.

Kegiatan ini melibatkan pemerintah daerah, komunitas, hingga masyarakat setempat untuk pemahaman komprehensif. Warga diajak memilah sampah, mengurangi timbulan, serta memanfaatkan bank sampah sebagai solusi pengelolaan berkelanjutan.

Langkah edukasi ini sangat relevan bagi wilayah sekitar Daerah Aliran Sungai (DAS) Cipinang. Perilaku pengelolaan sampah rumah tangga sangat memengaruhi kondisi sungai dan kualitas lingkungan.

Linda Krisnawati, Kapokja Data dan Informasi Direktorat PPKWPL KLH/BPLH, menekankan pentingnya fokus pada sampah organik. Porsinya mendominasi timbulan sampah rumah tangga, mencapai 55–60% dari total keseluruhan.

Ia menjelaskan, “Dengan target yang jelas dan keterlibatan aktif masyarakat, pengelolaan sampah di tingkat lingkungan diharapkan dapat berjalan lebih konsisten dan memberikan dampak nyata bagi lingkungan.” Harapan ini menunjukkan komitmen terhadap hasil yang terukur.

Iwan Nirawandi, Kapokja Perencanaan dan Infrastruktur Hijau Direktorat PPKWPL KLH/BPLH, menambahkan Kelurahan Dukuh adalah lokasi Gerakan ASRI. Pendekatan pengelolaan sampah disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi masyarakat setempat.

Iwan memaparkan cara sederhana bagi warga, seperti pengolahan sampah organik menggunakan komposter dan pemanfaatan eco-enzyme. Pendekatan ini diharapkan memudahkan masyarakat memulai pengelolaan sampah dari rumah masing-masing secara mandiri.

Melalui edukasi ini, pengelolaan sampah diharapkan menjadi kebiasaan baru, bukan lagi beban yang memberatkan. Langkah sederhana seperti memilah dan mengelola sampah organik dapat mengurangi timbulan serta mencegah pencemaran saluran air dan lingkungan sekitar.

Redaktur: Wae

Sumber: KemenLH

pusaran.news: