KLH/BPLH dan HSF Sepakati Kerja Sama Iklim di Makassar
- account_circle pusaran.news
- calendar_month Jumat, 10 Apr 2026
- print Cetak

Perkuat Target NDC, KLH/BPLH Jalin Kerja Sama dengan Hanns Seidel Foundation
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
PUSARAN.NEWS- Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) dan Hanns Seidel Foundation (HSF) resmi menandatangani Memorandum Saling Pengertian (MSP) serta Arahan Program. Kerja sama di Makassar pada 10 April 2026 ini bertujuan memperkuat kapasitas pengendalian perubahan iklim Indonesia guna mencapai target Nationally Determined Contribution (NDC).
Direktur Mobilisasi Sumber Daya Pengendalian Perubahan Iklim (MSDPPI) KLH/BPLH, Irawan Asaad, mengapresiasi kolaborasi sukses periode 2022-2025. “Kami berharap agar sinergi untuk tiga tahun ke depan dapat berjalan jauh lebih produktif dan memberikan dampak yang lebih luas dalam penguatan aksi iklim, baik di tingkat nasional maupun lokal,” ujarnya.
Senada, Resident Representative HSF di Indonesia, Michael Siegner, menegaskan komitmen penuh HSF mendukung agenda iklim Indonesia. Ia menyatakan, “Keberlanjutan kerja sama ini mencerminkan kepercayaan yang kuat antara kedua institusi dalam menghadapi tantangan perubahan iklim global melalui pendekatan berbasis sains dan partisipasi masyarakat.”
Kerja sama KLH/BPLH dan HSF periode 2026-2028 akan memfokuskan peningkatan peran Non-Party Stakeholders dalam pengendalian perubahan iklim. Ini termasuk peningkatan kapasitas serta KKN Tematik dengan mengontekstualisasikan modul pengendalian perubahan iklim di lokasi tapak.
Program tersebut melibatkan mobilisasi civitas akademika dari perguruan tinggi terakreditasi untuk pendampingan teknis masyarakat. Mereka akan membantu aksi adaptasi dan mitigasi melalui praktik pengelolaan sampah berkelanjutan, fokus pada pemilahan dari sumber serta penguatan ekonomi sirkular berbasis masyarakat.
Selain pemberdayaan, fokus lain adalah pelaksanaan proyek percontohan aksi adaptasi perubahan iklim di Provinsi Bali. Pemilihan lokasi ini berdasarkan kesiapan daerah yang telah menyusun dokumen Rencana Aksi Daerah, sehingga implementasi memiliki landasan perencanaan kuat selaras prioritas lokal.
Kolaborasi ini diharapkan mendorong keterlibatan aktif berbagai pemangku kepentingan dalam menjaga ketahanan iklim Indonesia. Tujuannya adalah menciptakan ketahanan yang inklusif dan berkelanjutan guna mendukung pencapaian target Nationally Determined Contribution (NDC).
Redaktur: Wae
Sumber: KemenLH
- Penulis: pusaran.news
