KLH/BPLH Apresiasi Kolaborasi Gebrag Literasi di Muara Angke
- account_circle pusaran.news
- calendar_month Sabtu, 25 Apr 2026
- print Cetak

Hari Bumi di Muara Angke: Tanam Mangrove, Bangun Harapan Pesisir
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
PUSARAN.NEWS- Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) mengapresiasi kegiatan “Gebrag Literasi Spesial Hari Bumi” di kawasan pesisir Muara Angke pada 25 April 2026. Kolaborasi ini menjadi wujud nyata sinergi menjaga lingkungan sekaligus memberdayakan masyarakat pesisir.
Direktur Perlindungan dan Pengelolaan Ekosistem Perairan Darat KLH/BPLH, Puji Iswari, menyatakan kegiatan ini sejalan semangat Gerakan Indonesia Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI). Puji menekankan pentingnya membangun kepedulian lingkungan melalui aksi gotong royong dari tingkat terdekat.
Puji Iswari menegaskan, “Langkah sederhana seperti memilah sampah dari sumbernya, jika dilakukan secara konsisten dan masif, akan memberikan dampak besar dan membantu mencapai target nasional pengelolaan sampah 100 persen pada 2029.”
Berlokasi di Rumah Apung Muara Angke, kegiatan meliputi plogging, bersih pantai, serta pembagian sembako dan pemeriksaan kesehatan. Aksi dilanjutkan penanaman 300 bibit mangrove di Ecomarine Mangrove, Muara Angke, sebagai simbol komitmen ekosistem.
Kolaborasi ini melibatkan KLH/BPLH, CT ARSA Foundation, jajaran Koarmada RI, Perhimpunan Dokter Umum Indonesia (PDUI), serta Perkumpulan Insan Maritim Andalan (PIMA). Keterlibatan ini menunjukkan pentingnya sinergi lintas sektor dalam upaya pelestarian lingkungan pesisir.
General Manager CT ARSA Foundation, Khaerani Akbar, menegaskan penanaman mangrove memiliki makna jangka panjang. “Ini bukan sekadar menanam pohon, tetapi juga menanam harapan bagi pesisir yang lebih kuat, ekosistem yang lebih lestari, dan masa depan yang lebih hijau.”
KLH/BPLH menekankan perlindungan mangrove sebagai aset strategis nasional yang vital bagi Indonesia. Sekitar 3,45 juta hektare mangrove menjaga keseimbangan pesisir, mencegah abrasi, dan mendukung sosial-ekonomi masyarakat.
Tata kelola mangrove diperkuat menyeluruh melalui Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 2025. Regulasi ini menempatkan masyarakat pesisir sebagai garda terdepan dalam perlindungan ekosistem.
Kegiatan ini merupakan bagian peringatan Hari Bumi, menjangkau 500 warga pesisir melalui berbagai program sosial. Program tersebut meliputi pembagian 600 porsi makanan dan 250 paket sembako.
KLH/BPLH berharap kegiatan kolaboratif ini diperluas dan direplikasi di berbagai daerah. Aksi nyata dari tingkat lokal diharapkan mewujudkan Indonesia ASRI bagi generasi sekarang dan mendatang.
Redaktur: Wae
Sumber: KemenLH
- Penulis: pusaran.news
