Kinerja Sektor Pertanian Indonesia Semakin Kuat dan Mandiri

Ekspor Pertanian Melonjak, Impor Turun, Didukung Kinerja Sektor yang Kian Solid dan Menyeluruh

PUSARAN.NEWS- Kinerja pertanian Indonesia menguat signifikan pada April 2026. Ekspor naik Rp166,71 triliun dan impor turun Rp41,68 triliun.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan capaian positif ini hasil strategi besar terintegrasi hulu hingga hilir. “Ini bukan kerja satu program, tapi orkestrasi besar. Produksi kita naik, ekspor meningkat tajam, impor kita tekan.

Artinya, fondasi pertanian kita semakin kuat dan semakin mandiri,” ujar Mentan Amran, Jumat (17/4/2026).

Pendapatan sektor pertanian naik Rp437,25 triliun, berasal dari padi, jagung, non-pangan, dan ekspor. Efisiensi devisa juga menghemat impor hingga Rp34 triliun bagi Indonesia.

Produksi beras Indonesia naik 4,07 juta ton (13,29%), mengantarkan swasembada pangan dalam setahun. Indonesia kini menjadi produsen beras terbesar di ASEAN, memperkuat posisi di kawasan.

Cadangan Beras Pemerintah (CBP) mencapai 4,8 juta ton per April 2026, diproyeksikan 5 juta ton pada akhir bulan. Angka ini menjadi bantalan strategis menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan nasional.

Mentan Amran menegaskan bahwa posisi cadangan beras pemerintah saat ini tertinggi sepanjang sejarah. “Cadangan kita tertinggi sepanjang sejarah. Ini bukan hanya soal angka, tapi soal rasa aman bagi rakyat Indonesia. 4,8 juta ton, akhir April 5 juta ton ini sudah terlihat.

Kita pastikan stok cukup, harga stabil, dan petani tetap untung,” tegas Mentan Amran.

Kesejahteraan petani menunjukkan kinerja positif, NTP mencapai 125,35. Angka ini tertinggi dalam 34 tahun, menandakan daya beli dan pendapatan petani meningkat.

Sektor pertanian mencatat pertumbuhan ekonomi impresif, PDB-nya tumbuh 5,74 persen pada 2025. Ini pertumbuhan tertinggi dalam 25 tahun, menjadikannya penopang utama ekonomi nasional.

Harga beras dunia justru turun hingga 44,2 persen, namun Indonesia mampu bertahan dan menghentikan impor. Kinerja ini menunjukkan kemandirian pangan Indonesia di tengah tekanan global.

Redaktur: Wae

Sumber: Kementan

pusaran.news: