Kinerja Perdagangan Positif, Kemendag Fokus Program Strategis
- account_circle pusaran.news
- calendar_month Kamis, 2 Apr 2026
- print Cetak

Berita BKPERDAG | Kementerian Perdagangan Republik Indonesia
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
PUSARAN.NEWS- Kinerja perdagangan Indonesia mencatatkan capaian positif signifikan dengan surplus neraca perdagangan Februari 2026 dan Januari 2026. Kementerian Perdagangan (Kemendag) terus memperkuat ketahanan perdagangan nasional melalui berbagai program strategis.
Neraca perdagangan Indonesia pada Februari 2026 kembali membukukan surplus. Sebelumnya, Januari 2026 juga mencatatkan surplus sebesar USD 0,95 miliar.
Menteri Perdagangan Budi Santoso menegaskan, Kementerian Perdagangan memperkuat tiga program strategis. Langkah ini bertujuan menjaga ketahanan perdagangan nasional di tengah dinamika global.
Menteri Perdagangan Budi Santoso juga menggelar media briefing tentang capaian 2025 serta program kerja 2026. Acara ini berlangsung di Kantor Kementerian Perdagangan.
Budi Santoso bersama Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti melakukan Rapat Kerja dengan Komisi VI DPR RI. Pertemuan penting ini dilaksanakan di Gedung DPR RI, Jakarta.
Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri mendorong penguatan ekosistem industri besi dan baja nasional. Tujuannya agar industri tersebut mampu bersaing di pasar global.
Menteri Perdagangan RI, Budi Santoso, menerima kunjungan Chief Agricultural Negotiator USTR, Julie Callahan. Pertemuan tersebut dilaksanakan di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta.
Budi Santoso dan Dyah Roro Esti juga memimpin Rapat Koordinasi Hari Besar Keagamaan Nasional dan Tahun Baru. Rapat ini membahas persiapan dan stabilitas harga komoditas.
Kementerian Perdagangan menyelenggarakan Dialog Kebijakan Gambir Trade Talk (GTT) ke-21. Tema diskusi adalah “Outlook Perdagangan Luar Negeri Indonesia Tahun 2026”.
Kemendag berkolaborasi dengan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Hasanuddin (FEB Unhas). Kolaborasi ini berupa Diseminasi Hasil Analisis Kebijakan Perdagangan.
Redaktur: Wae
Sumber: Kemendag
- Penulis: pusaran.news
