PUSARAN.NEWS- Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto, S.Sos., M.M., meninjau Manado, Sulawesi Utara, Jumat (3/4) pascagempa M 7,6. Kunjungan ini untuk memastikan penanganan darurat di Manado berjalan optimal.
Di Gedung KONI, Kepala BNPB berdialog langsung dengan warga terdampak. Suharyanto mendengarkan kesaksian kepanikan warga, satu korban meninggal, dan menyerahkan dukungan kebutuhan dasar.
Setelah meninjau Kota Manado, Kepala BNPB dan rombongan menuju rumah duka korban meninggal di Desa Tateli, Mandolang, Minahasa. Letjen TNI Suharyanto mendoakan mendiang, menguatkan keluarga, serta menyerahkan santunan duka cita pemerintah.
Letjen TNI Suharyanto menyampaikan pemerintah pusat hadir sejak Kamis malam mendampingi pemda, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto. Ia mengapresiasi keterpaduan unsur TNI-Polri dan jajaran pemda provinsi/kabupaten/kota merespons bencana.
Suharyanto mengapresiasi penanganan awal yang terpadu, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto. “Sesuai perintah Bapak Presiden Prabowo Subianto, kami langsung memastikan kondisi di lapangan. Tadi malam begitu sampai, kami melaksanakan rapat koordinasi dengan unsur TNI-Polri dan Kalak BPBD Provinsi Sulawesi Utara.
Penanganan awal sudah dilakukan dengan sangat baik dan terpadu,” ujarnya di sela-sela peninjauan.
BNPB mencatat satu korban meninggal dan puluhan rumah rusak hingga Jumat (3/4) akibat gempa Manado. BMKG melaporkan 401 gempa susulan pascagempa M 7,6, namun tren kekuatannya terus menurun.
Suharyanto juga menyampaikan informasi dari Kepala BMKG mengenai gempa susulan. “Bapak Kepala BMKG menginformasikan ada 401 kali gempa susulan, namun tidak ada yang kekuatannya melebihi gempa awal. Trennya menurun.
Kita akan pantau terus hingga satu minggu ke depan sampai ada rilis resmi dari”
Redaktur: Wae
Sumber: BNPB