PUSARAN.NEWS- TAPANULI UTARA – Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto, S.Sos., M.M., memastikan percepatan pembangunan Hunian Tetap (Huntap). Ini untuk warga terdampak bencana hidrometeorologi basah di Desa Dolok Nauli, Tapanuli Utara, Senin (20/4).
Langkah ini wujud komitmen pemerintah dalam memastikan transisi pemulihan berjalan tepat waktu. Suharyanto didampingi Wakil Bupati Tapanuli Utara mengawal langsung progres 103 unit rumah.
Pembangunan huntap ini dikerjakan melalui kolaborasi dengan Yayasan Buddha Tzu Chi. Sebanyak 70 unit ditargetkan rampung Mei 2026, lalu 33 unit sisanya juga tengah dibangun.
Huntap ini memiliki dua kamar tidur, satu kamar mandi, dapur menyatu, lantai keramik, dan taman kecil. Lokasi aman dari banjir, longsor, serta tahan gempa berkat material berkualitas dan pondasi kuat.
“Hari ini saya melihat proses pembangunan 103 unit huntap. Target untuk 70 KK di bulan Mei sudah jadi 100 persen dan bisa segera ditempati.
Saat ini, 33 unit rumah berikutnya juga sudah mulai dibangun sebagai kelanjutan tahap kedua,” jelas Suharyanto.
Suharyanto menegaskan pemerintah berkomitmen memastikan seluruh warga terdampak mendapatkan penanganan layak. Ini selama masa transisi menuju pemulihan pascabencana.
Dana Tunggu Hunian (DTH) terus disalurkan, tercatat 40 KK masih tinggal di Hunian Sementara (Huntara). Warga lain memilih tinggal di rumah kerabat atau menyewa hunian mandiri.
BNPB menyalurkan DTH sebesar Rp600.000 per bulan untuk setiap kepala keluarga. Ini untuk meringankan beban warga selama menunggu proses pembangunan huntap selesai.
“Penyaluran DTH sudah memasuki tahap kedua yang mencakup bulan April, Mei, dan Juni. Kita harapkan pada bulan Juni mendatang seluruh warga sudah bisa pindah ke hunian tetap ini, sehingga pemberian DTH tidak perlu diperpanjang lagi,” tambah Suharyanto.
Pembangunan infrastruktur ini bukti nyata sinergi pemerintah pusat, daerah, dan swasta. Kepala BNPB berharap warga dapat menempati huntap yang selesai di bulan Mei.
Redaktur: Wae
Sumber: BNPB