Kementan Terapkan Ekonomi Karbon Wujudkan Pertanian Berkelanjutan

Wamentan Sudaryono Ungkap Peran Besar Sektor Pertanian dalam Ekonomi Karbon

PUSARAN.NEWS- Kementerian Pertanian (Kementan) berkomitmen kuat menerapkan Nilai Ekonomi Karbon (NEK) untuk pertanian rendah emisi berkelanjutan. Wamentan Sudaryono menyampaikannya dalam Raker Komisi IV DPR RI di Jakarta, Selasa (14/4).

Wamentan Sudaryono atau Mas Dar, menilai sektor pertanian strategis dalam implementasi NEK. Ini karena pertanian adalah sumber emisi GRK sekaligus penyerap karbon melalui budidaya berkelanjutan.

Potensi besar mitigasi perubahan iklim ada pada sektor ini, didukung lahan luas dan jutaan petani. Wamentan Sudaryono menyatakan, “Pertanian memiliki posisi unik, tidak hanya sebagai penghasil emisi, tetapi juga sebagai penyerap karbon.

Dengan penerapan teknologi rendah emisi dan pengelolaan lahan yang ramah lingkungan, sektor ini dapat menjadi kunci dalam pengendalian perubahan iklim sekaligus membuka peluang ekonomi baru.”

Kesiapan sektor pertanian dalam implementasi NEK penting untuk menarik investasi asing. Ini karena perdagangan karbon internasional telah terbuka, memungkinkan investor global membeli kredit karbon.

Mekanisme ini membuka peluang pembiayaan proyek rendah karbon di sektor pertanian Indonesia. Wamentan Sudaryono menambahkan, “Implementasi NEK bukan hanya mendukung target penurunan emisi nasional, tetapi juga menjadi pintu masuk strategis bagi arus investasi hijau yang berkelanjutan.”

Upaya ini selaras visi LTS-LCCR 2050 Indonesia dan komitmen NDC nasional. Pemerintah menargetkan penurunan emisi sektor pertanian 10 juta ton CO2 ekuivalen pada 2030.

RPJMN 2025–2029 tekankan integrasi ekonomi, pangan, energi, dan air. Transisi ekonomi hijau, Net Zero Emission, targetkan emisi turun 30,11 persen pada 2029.

Pemerintah menerbitkan Perpres Nomor 110 Tahun 2025 untuk percepat implementasi NEK. Aturan ini mencakup sektor pertanian, termasuk subsektor persawahan, peternakan, dan perkebunan.

Kementan sejak 2019 jalankan program penurunan emisi pertanian. Ini meliputi biogas, pupuk organik tingkatkan cadangan karbon tanah, dan penumbuhan desa organik.

Program lainnya mencakup varietas padi rendah emisi, perbaikan pakan ternak, dan pemupukan berimbang. Kementan juga kelola gambut, sekuestrasi karbon hortikultura serta perkebunan.

Redaktur: Wae

Sumber: Kementan

pusaran.news: