Kementan Pacu Pengembangan Tebu Nasional Demi Swasembada Gula

Gaspol! Kementan Garap Tebu Skala Masif, Swasembada Gula di Depan Mata

PUSARAN.NEWS- Kementerian Pertanian (Kementan) memacu percepatan pengembangan kawasan tebu seluas 97.970 hektare pada 2026, sebagai langkah konkret mewujudkan swasembada gula nasional. Rapat koordinasi daring pada Kamis (16/4/2026) membahas kesiapan lahan, benih, dan jadwal tanam sebelum musim giling dimulai.

Plt. Direktur Jenderal Perkebunan Ali Jamil menegaskan, seluruh tahapan krusial dipacu agar implementasi di lapangan berjalan tepat waktu dan terukur. “Kementerian Pertanian berharap percepatan pengembangan kawasan tebu ini tidak hanya mampu meningkatkan produksi dan rendemen gula nasional, tetapi juga memperkuat kesejahteraan petani serta mendorong kemandirian industri gula dari hulu hingga hilir,†katanya.

Pengembangan kawasan tebu tahun 2026 ditargetkan seluas 97.970 hektare dengan dukungan APBN sebesar Rp1,3 triliun. Kegiatan ini tersebar di Jawa Timur, Lampung, Jawa Tengah, Jawa Barat, Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Barat, Gorontalo, dan Banten sebagai lokus baru.

Kementan menargetkan penyelesaian Calon Petani dan Calon Lahan (CPCL) paling lambat pertengahan Mei 2026, sebelum musim giling dimulai pada 17 Mei. Sinkronisasi ini krusial agar siklus tanam, tebang, dan produksi gula berjalan optimal sesuai jadwal.

Pengadaan benih dipercepat melalui optimalisasi kontrak berjalan dan pemanfaatan sumber benih yang tersedia di lapangan. Sinkronisasi jadwal tanam dengan periode tebang dan giling Mei hingga November 2026 didorong, bahkan perluasan areal dimulai sejak April.

Pemerintah melakukan penyesuaian lokasi kegiatan melalui relokasi sebagian alokasi ke wilayah yang lebih siap untuk implementasi. Langkah ini akan diikuti dengan revisi DIPA, diharapkan mampu mempercepat realisasi program secara lebih terarah dan optimal.

Monitoring dan evaluasi (monev) intensif dilakukan terhadap kegiatan tahun 2025 dan 2026 untuk menjaga produktivitas dan rendemen tebu. Antisipasi risiko iklim, termasuk potensi El Nino, disiapkan melalui penyediaan sumber air dan pompanisasi guna mencegah kekeringan.

Sinergi lintas sektor terus diperkuat; Kementan menggandeng BUMN, PT Sinergi Gula Nusantara (SGN), pelaku usaha, dan pabrik gula swasta. Seluruh pihak didorong mempercepat finalisasi CPCL, memastikan status lahan, serta memperkuat koordinasi dan monitoring kesiapan.

Redaktur: Wae

Sumber: Kementan

pusaran.news: