Kementan dan Pemprov Jabar Perkuat Antisipasi Musim Kemarau

Hadapi Kemarau 2026, Kementan Perkuat Antisipasi untuk Amankan Produksi Padi di Jawa Barat

PUSARAN.NEWS- Kementerian Pertanian (Kementan) dan Pemprov Jawa Barat menguatkan antisipasi musim kemarau 2026. Upaya ini difokuskan pada penguatan air dan benih demi produksi padi serta pasokan pangan aman.

Jawa Barat sebagai lumbung pangan nasional memiliki 900.772 hektare sawah baku. Peran provinsi ini strategis untuk stabilitas produksi padi, di tengah prediksi kemarau panjang BRIN.

Kementan, pemda, dan pemangku kepentingan siapkan langkah strategis hadapi kemarau. Ini meliputi penguatan irigasi pertanian, optimalisasi perpompaan, serta bantuan pompa air.

Selain itu, optimasi lahan non-rawa juga menjadi bagian dari strategi. Pemerintah juga menyalurkan bantuan benih padi guna menjaga produktivitas di tengah iklim.

Kepala Dinas Tanaman Pangan Provinsi Jawa Barat pimpin rakor di Garut dan Bandung. Rapat pada Rabu, 25 Maret 2026, itu membahas peningkatan fungsi irigasi.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan antisipasi menyeluruh hadapi kemarau. “Air adalah faktor kunci. Karena itu, penguatan irigasi, pompanisasi, dan dukungan benih harus berjalan bersamaan agar petani tetap bisa berproduksi secara optimal,” ujarnya.

Langkah terkoordinasi diharapkan menjaga ketersediaan air pertanian tetap terjaga. Produksi dan produktivitas padi Jawa Barat dapat dipertahankan, hadapi tantangan iklim.

Redaktur: Wae

Sumber: Kementan

pusaran.news: