PUSARAN.NEWS- Kementerian Pertanian (Kementan) menggandeng Australia untuk memperkuat sistem irigasi lahan rawa di Kalimantan Tengah. Kerja sama ini dilakukan demi mendorong peningkatan produksi dan ketahanan pangan nasional.
Kolaborasi ini terwujud melalui kunjungan tenaga ahli Australia ke kawasan cetak sawah Dadahup dan Anjir. Kedua wilayah tersebut menjadi fokus pemerintah dalam pengembangan lahan rawa produktif.
Penasihat Pertanian Kedutaan Besar Australia untuk Indonesia, Andrew O’Sullivan, menyebut kunjungan ini tindak lanjut perhatian Menteri Pertanian. “Kami melihat ketertarikan besar dari Menteri Amran dalam memperdalam pengelolaan air, khususnya di Kalimantan,” ujar Andrew Kamis (23/4/2026).
Dua ahli Australia, George Warne dan Emily Davies, melakukan peninjauan serta diskusi dengan para pemangku kepentingan. Mereka mengapresiasi capaian Indonesia namun melihat ruang perbaikan efisiensi sistem irigasi.
“Banyak yang sudah berjalan baik, tetapi ada beberapa aspek yang bisa diperkuat,” katanya. Perbaikan ini diharapkan dapat berdampak signifikan pada peningkatan produktivitas lahan.
Sesditjen Lahan dan Irigasi, Dhani Gartina, menilai kerja sama ini penting untuk memperkaya rekomendasi teknis pengelolaan irigasi. “Melalui kunjungan ini, kami memperoleh alternatif rekomendasi tata kelola irigasi, khususnya untuk pengembangan sistem irigasi tersier agar produksi dan produktivitas padi di lahan rawa meningkat,” ujarnya.
Kolaborasi ini melibatkan Kementerian Pertanian, Kementerian Pekerjaan Umum, serta pemerintah daerah setempat. Sinergi lintas sektor dinilai esensial agar pengelolaan air berjalan terpadu dari hulu hingga hilir.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman sebelumnya menegaskan bahwa irigasi menjadi faktor kunci dalam mendukung produksi pangan nasional. “Langkah pemerintah pada sektor irigasi dan lahan saat ini sudah sejalan dengan arahan Presiden Prabowo,” katanya.
Redaktur: Wae
Sumber: Kementan