Kemenpora Perkuat Kelembagaan, Dorong Olahraga Berdaya Saing

Kemenpora Perkuat Kelembagaan, Dorong Olahraga Berdaya Saing

PUSARAN.NEWS- Jakarta – Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) segera menata kelembagaan secara akuntabel, efektif, dan adaptif. Langkah ini bertujuan memperkuat pembangunan olahraga nasional berkelanjutan dan berdaya saing.

Menteri PANRB Rini Widyantini menegaskan, penguatan kelembagaan Kemenpora vital bagi pembangunan olahraga nasional yang berkelanjutan. Pertemuan dengan Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir di Kantor Kementerian PANRB Selasa (24/02/2025) membahas hal ini.

Rini menyatakan, “Diharapkan langkah penataan dapat memperkuat tata kelola kelembagaan, meningkatkan profesionalisme pengelolaan aset dan layanan keolahragaan.” Ini krusial untuk meningkatkan kualitas layanan olahraga dan optimalisasi aset.

Kemenpora mengemban mandat peningkatan kesejahteraan atlet, penguatan cabor menuju olimpiade, dan ekosistem pembinaan olahraga nasional. Presiden juga mengarahkan pembangunan Pusat Olahraga Nasional komprehensif.

Pusat Olahraga Nasional akan mencakup akademi, asrama, sarana latihan terpadu, dan layanan kesehatan atlet. Hal ini termasuk memastikan pendidikan atlet muda tetap terpenuhi di tengah pelatihan intensif.

Rini menambahkan, “Arahan tersebut menjadi landasan strategis perlunya penataan kelembagaan yang lebih kuat, adaptif, dan profesional.” Tujuannya agar pengelolaan aset dan layanan olahraga mendukung pembinaan atlet secara menyeluruh.

Pemerintah fokus membina 21 cabang olahraga (cabor) unggulan, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto. Ini bertujuan memperkuat daya saing Indonesia di kancah dunia.

Dua puluh satu cabor unggulan ini tercantum dalam revisi Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) 2026. Menteri Erick Thohir menjelaskan, “Intinya Bapak Presiden menginginkan kami mempersiapkan atlet dari sekolah, pengembangan pendidikan, dan dana pensiunnya.”

Erick melanjutkan, “Jadi kami memayungi atlet dari awal berkarier hingga pensiun.” Ini mencerminkan komitmen pemerintah terhadap kesejahteraan atlet secara menyeluruh.

Memanfaatkan bonus demografi, Kemenpora berperan preventif menjaga kesehatan generasi muda. Ini mencegah masalah kesehatan di masa mendatang.

Erick Thohir menambahkan, “Tentu kaitannya dengan 21 cabor olah raga ini tidak hanya prestasi tapi memasyarakatkan olah raga dan membangun karakter bangsa.” Ini adalah upaya fundamental.

Memasyarakatkan olahraga dan mengolahragakan masyarakat merupakan upaya fundamental menciptakan bangsa sehat dan produktif. Aktivitas fisik rutin sejak dini menanamkan nilai sportivitas, disiplin, dan kerja keras.

Erick menekankan transparansi dan akuntabilitas dalam pelaksanaan mandat Kemenpora. Implementasi harus memiliki Key Performance Indicator (KPI) dan prinsip Money Follow Program (MFP).

Money Follow Program (MFP) adalah prinsip penganggaran berdasar prioritas program berdampak langsung. Konsep ini memastikan dana mengalir efektif dan efisien pada kegiatan utama.

Redaktur: Wae

Sumber: Kemenpan RB

pusaran.news: