Kemenko PMK Perkuat Koordinasi Percepatan Rehabilitasi Pascabencana

Kemenko PMK Perkuat Koordinasi Percepatan Rehabilitasi Pascabencana

PUSARAN.NEWS- Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno menegaskan pentingnya penguatan koordinasi lintas kementerian dan lembaga. Hal ini untuk percepatan pemulihan pascabencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.

Sinergi kuat antar kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah menjadi kunci rehabilitasi berkelanjutan. Pratikno sampaikan ini dalam Rapat Tim Koordinasi Nasional Pascabencana, Selasa, 30 Desember 2025.

“Pemulihan pascabencana tidak bisa berjalan sendiri-sendiri,” ujar Pratikno. “Diperlukan koordinasi kuat agar rehabilitasi dan rekonstruksi berjalan cepat, tepat sasaran, dan berkelanjutan.”

Rapat ini menyinergikan langkah percepatan pemenuhan lima sektor rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana. Sektor tersebut adalah permukiman, infrastruktur, sosial, ekonomi, dan lintas sektor.

Menko PMK Pratikno juga menekankan pentingnya pemulihan sektor permukiman. Ini terkait kepastian lokasi aman dan ketersediaan lahan untuk pembangunan hunian tetap (huntap) dan hunian sementara (huntara).

“Masyarakat membutuhkan kepastian tempat tinggal yang aman,” tegas Pratikno. “Penentuan lokasi dan penyediaan lahan harus segera dituntaskan agar pembangunan huntap dan huntara bisa dipercepat.”

Dalam rapat disepakati lima fokus utama percepatan pemulihan pascabencana. Fokus ini mencakup permukiman, infrastruktur, fasilitas sosial, fasilitas ekonomi, serta pemulihan lintas sektor.

Pemulihan infrastruktur mencakup perbaikan jalan, jembatan, layanan air bersih, serta kelistrikan. Sektor sosial difokuskan pada fasilitas keagamaan, pendidikan, dan kesehatan masyarakat.

Sektor ekonomi diarahkan pada pemulihan aktivitas produksi dan peningkatan daya beli masyarakat. Seluruh proses rehabilitasi dan rekonstruksi harus mengedepankan prinsip build back better, safer, and sustainable.

“Kita tidak hanya membangun kembali, tetapi memastikan masyarakat bangkit,” pungkas Pratikno. “Kondisi harus lebih aman, lebih kuat, dan lebih berkelanjutan.”

Redaktur: Wae

Sumber: Kemenko PMK

pusaran.news: