Kemenko PMK Manfaatkan CFD untuk Pembudayaan Olahraga Nasional
- account_circle pusaran.news
- calendar_month Rabu, 15 Apr 2026
- print Cetak

Kemenko PMK Dorong Integrasi Car Free Day sebagai Gerakan Pembudayaan Olahraga
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
PUSARAN.NEWS- KEMENKO PMK memastikan Car Free Day (CFD) menjadi instrumen strategis untuk mendorong pembudayaan olahraga masyarakat secara luas dan berkelanjutan. Deputi Bidang Koordinasi Penguatan Karakter dan Jati Diri Bangsa Kemenko PMK, Warsito, menegaskan hal tersebut dalam rapat koordinasi di Kantor Kemenko PMK, Selasa (14/4/2026), guna memperkuat sinergi lintas sektor.
Warsito menyatakan, “Car Free Day kita manfaatkan sebagai ‘perahu bersama’ untuk memastikan program-program pemerintah berjalan optimal, khususnya dalam mendorong pembudayaan olahraga dan gaya hidup sehat di masyarakat.” Hal ini sejalan dengan agenda strategis nasional yang termuat dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN).
Pembudayaan olahraga merupakan bagian krusial dari agenda strategis nasional, sebagaimana tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN). Upaya ini bertujuan meningkatkan persentase penduduk usia 10 tahun ke atas yang aktif berolahraga, mengingat tingkat aktivitas fisik masyarakat masih relatif rendah.
Warsito menjelaskan, “Saat ini sekitar 37,4 persen masyarakat masih kurang beraktivitas fisik. Ini menjadi tantangan untuk mendorong perubahan perilaku melalui pembudayaan olahraga.” Data tersebut menyoroti kebutuhan mendesak akan program-program yang efektif untuk meningkatkan partisipasi aktif masyarakat.
Warsito melanjutkan bahwa Car Free Day (CFD) yang awalnya berkaitan dengan isu lingkungan, kini memiliki fungsi lebih luas sebagai ruang publik. Ruang ini efektif mendorong gaya hidup sehat, memperkuat interaksi sosial, serta memberdayakan ekonomi masyarakat melalui pelibatan UMKM.
Warsito menegaskan, “CFD bukan sekadar bebas kendaraan, tetapi bagaimana ruang ini diisi dengan aktivitas yang mendorong masyarakat hidup sehat, aktif, dan produktif.” Pernyataan tersebut menggarisbawahi esensi CFD sebagai platform multifungsi untuk kesejahteraan masyarakat.
Kemenko PMK tidak mengambil alih penyelenggaraan Car Free Day, melainkan berperan mengintegrasikan dan mengoordinasikan berbagai program lintas kementerian serta lembaga. Upaya ini selaras dengan Surat Edaran Mendagri Nomor 800.1.5/3349/SJ yang mendorong pemerintah daerah melaksanakan Hari Bebas Kendaraan Bermotor.
Rapat koordinasi tersebut turut membahas penguatan muatan aktivitas Car Free Day yang lebih beragam dan inklusif. Fokus utamanya meliputi pengembangan olahraga masyarakat, edukasi kesehatan, promosi gaya hidup sehat, penguatan UMKM, serta pelibatan komunitas secara menyeluruh.
Deputi Bidang Pembudayaan Olahraga Kemenpora, Sri Wahyuni, menyampaikan penguatan CFD akan dilakukan melalui branding Gerakan Masyarakat Aktif dan Bugar (GEMAR). Inisiatif ini menandai komitmen Kemenpora dalam mendukung pengembangan CFD sebagai ruang publik sehat.
Sri Wahyuni menjelaskan, “Melalui GEMAR, Car Free Day akan dikembangkan sebagai ruang publik yang menghadirkan beragam aktivitas olahraga, kampanye hidup sehat yang masif, serta partisipasi masyarakat yang inklusif, termasuk pelibatan UMKM secara terarah.” Program ini bertujuan menciptakan ekosistem CFD yang lebih dinamis dan bermanfaat bagi seluruh elemen masyarakat.
Implementasi awal program pembudayaan olahraga melalui Car Free Day akan difokuskan secara bertahap di wilayah Pulau Jawa. Ini mencakup 119 kabupaten/kota yang tersebar di enam provinsi sebagai langkah awal pelaksanaan program secara nasional.
Redaktur: Wae
Sumber: Kemenko PMK
- Penulis: pusaran.news
