Kemenkes RI dan IUHW Jepang Sepakati Kerja Sama Pendidikan Dokter
- account_circle pusaran.news
- calendar_month Senin, 13 Apr 2026
- print Cetak

Generasi Sehat, Masa Depan Hebat
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
PUSARAN.NEWS- Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI dan International University of Health and Welfare (IUHW) Jepang meneken MoU di Jakarta. Kesepakatan Senin (13/4) ini bertujuan memperluas pendidikan kedokteran dan memperkuat kompetensi dokter spesialis di Indonesia.
Sekretaris Jenderal Kemenkes RI, Kunta Wibawa Dasa Nugraha, dan Presiden IUHW, Yasuhiro Suzuki, melakukan penandatanganan. Menteri Kesehatan RI, Budi G Sadikin, turut menjadi saksi di Gedung Cut Meutia Kemenkes RI.
Menteri Kesehatan Budi G Sadikin menyampaikan apresiasinya atas kontribusi Jepang terhadap sistem kesehatan nasional. “Jepang sudah banyak membantu Indonesia untuk meningkatkan sistem kesehatan di Indonesia, dan saya harap kerjasama antara Kemenkes dan IUHW ini dapat menjadi legacy untuk kesehatan Indonesia,” ujar Budi.
MoU ini menjadikan pendidikan kedokteran sebagai pilar utama, meliputi pelatihan klinis pascasarjana dan pengembangan dokter spesialis. Ruang lingkupnya mencakup pertukaran akademik, pendampingan ahli, serta fasilitasi investasi kesehatan bagi IUHW.
Ditjen Sumber Daya Manusia Kesehatan (SDMK) akan mengembangkan program student & faculty exchange sebagai tindak lanjut. Ditjen SDMK juga berencana meningkatkan kuota beasiswa bagi mahasiswa Indonesia untuk belajar di IUHW.
IUHW diakui sebagai satu dari empat institusi Jepang untuk Rekognisi Penyelenggara Pendidikan Tenaga Medis di Luar Negeri. Ini berdasarkan Kepmenkes No. HK.01.07/MENKES/5/2026.
Pengakuan tersebut memberikan kepastian hukum bagi WNI lulusan IUHW untuk dapat izin praktik di tanah air. Prosesnya melalui evaluasi administratif dan penilaian kemampuan sesuai Permenkes Nomor 13 Tahun 2025.
Kemenkes RI turut mengusulkan pengembangan skema double degree yang diakui kedua negara. Penyesuaian masa pengabdian bagi penerima beasiswa juga menjadi fokus untuk percepatan alih teknologi.
Kemitraan IUHW dengan rumah sakit pendidikan di Indonesia diharapkan mempercepat alih teknologi. Hal ini juga mendukung implementasi pendidikan dokter spesialis berbasis rumah sakit (hospital-based) secara lebih masif.
Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Informasi lebih lanjut dapat diperoleh melalui Halo Kemenkes, hotline 1500-567, atau email [email protected].
Redaktur: Wae
Sumber: Kemenkes
- Penulis: pusaran.news
