Kemenkes Prioritaskan Vaksin Campak Dewasa Bagi Nakes

Generasi Sehat, Masa Depan Hebat

PUSARAN.NEWS- Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memprioritaskan vaksinasi campak bagi tenaga kesehatan (nakes) dewasa di seluruh Indonesia, menyusul izin perluasan indikasi vaksin Measles-Rubella (MR) dari BPOM. Kebijakan ini bertujuan melindungi garda terdepan kesehatan dari potensi penularan tinggi di tengah kejadian luar biasa (KLB) yang diumumkan Rabu (08/04).

Direktur Jenderal Farmasi dan Alat Kesehatan, L. Rizka Andalusia, menyatakan langkah ini diambil karena nakes berisiko tinggi tertular. “Nah tentunya dengan adanya KLB ini potensi penularan kepada orang berisiko tinggi, dalam hal ini para nakes yang bekerja langsung dengan pasien, mengalami risiko tinggi,” kata Rizka saat jumpa pers di Kantor BPOM Jakarta.

Sasaran prioritas vaksinasi ini mencakup 39.212 tenaga medis dan 223.150 tenaga kesehatan di 14 provinsi dengan kasus campak tertinggi. Vaksinasi juga akan diberikan kepada 28.321 dokter umum dan dokter gigi yang sedang menjalani masa internship di seluruh Indonesia.

Total kebutuhan vaksin untuk kelompok prioritas dewasa ini diperkirakan mencapai sekitar 290 ribu dosis. Rizka memastikan kebutuhan tersebut sangat tercukupi dengan stok nasional yang ada saat ini.

Hingga minggu ke-13 tahun 2026, stok vaksin MR tercatat sebanyak 9,8 juta dosis, cukup untuk 5,5 bulan ke depan. “Kami menjaga agar stok di seluruh daerah itu tetap terjaga tetapi juga tidak berlebihan sehingga tidak berisiko nanti vaksinnya akan menjadi rusak,” ujar Rizka.

Rizka menambahkan, Kemenkes menggunakan mekanisme pemantauan vaksin bernama SMILE melalui Satu Sehat Logistik. Sistem ini memungkinkan pemantauan ketersediaan vaksin secara real-time di seluruh provinsi, kabupaten/kota, hingga Puskesmas dan fasilitas pelayanan kesehatan.

Sementara itu, Kepala BPOM Taruna Ikrar menjelaskan bahwa izin perluasan indikasi telah diterbitkan untuk vaksin MR, MMR, dan measles tunggal. Vaksin tersebut diproduksi oleh Bio Farma/Serum Institute of India, GlaxoSmithKline (GSK), serta Merck Sharp Dohme (MSD).

“Persetujuan ini merupakan hasil kajian ketat berbasis data ilmiah, sekaligus bentuk komitmen BPOM dalam memastikan setiap intervensi kesehatan memenuhi standar keamanan dan khasiat,” jelas Taruna. Rizka mengimbau orang tua untuk segera melengkapi imunisasi dasar anak (usia 9 bulan, 18 bulan, dan booster SD) tanpa menunggu terjadinya wabah.

Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Kesehatan RI pada 09/04. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567 atau email halo.kemkes@kemkes.go.id. Artikel ini dikategorikan sebagai berita Nasional.

Redaktur: Wae

Sumber: Kemenkes

pusaran.news: