Kemenkes Ajak Bakohumas Tangkal Disinformasi Program Imunisasi

Generasi Sehat, Masa Depan Hebat

PUSARAN.NEWS- Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) RI, Dante Saksono Harbuwono, menegaskan komunikasi publik menjadi tantangan utama program imunisasi nasional. Pernyataan ini disampaikan dalam Forum Tematik Bakohumas Kemenkes di Jakarta, Selasa (21/4), guna memperingati Pekan Imunisasi Dunia 2026.

Wamenkes Dante menyebut, “Kita menghadapi arus misinformasi dan disinformasi yang masif, mulai dari isu keamanan vaksin, kehalalan, hingga narasi menyesatkan yang melemahkan kepercayaan masyarakat.” Ini adalah tantangan komunikasi yang krusial.

Wamenkes Dante menegaskan, “Transformasi sistem kesehatan yang sedang kita jalankan menempatkan komunikasi publik sebagai pilar penting yang membutuhkan orkestrasi kuat, terstruktur, dan serempak.” Komunikasi efektif sangat krusial.

Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Aji Muhawarman, melaporkan keengganan masyarakat mengikuti imunisasi sangat dipengaruhi disrupsi informasi. Minimnya edukasi, keterbatasan izin keluarga, hingga berita bohong jadi penyebab anak tanpa imunisasi (zero dose).

Cakupan imunisasi bayi dan baduta lengkap hingga 2025 belum merata dan capai target nasional, menurut data Kemenkes. Cakupan anak sekolah masih < 88%, dengan 991.022 zero dose DPT-HB-Hib pada 2025, naik dari 2024.

Forum Bakohumas Kemenkes mengusung tema “Sinergi Humas Pemerintah untuk Program Imunisasi yang Lebih Kuat dan Terpercaya” tahun ini. Aji Muhawarman mengibaratkan peran humas pemerintah sebagai “ikan sapu-sapu” di ekosistem digital.

“Kami berharap seluruh praktisi humas pemerintah dapat menyatukan persepsi dan langkah menjadi garda terdepan menangkal hoaks,” ungkap Aji Muhawarman. Peran ini sangat penting di era digital.

Aji juga menyebut, “Ibaratnya, rekan-rekan Humas bisa menjadi ‘ikan sapu-sapu’ untuk membersihkan hoaks kesehatan di masyarakat, serta mengamplifikasi pesan positif secara masif.” Sinergi ini penting.

Maroli J. Indarto, Direktur Kemitraan Komunikasi, mengingatkan infodemic menyebarkan hoaks lebih cepat dari fakta medis.

Meski cakupan imunisasi anak 12-23 bulan pada 2025 mencapai 76,9%, komunikasi akar rumput tetap perlu perbaikan.

Humas wajib menerjemahkan bahasa medis kaku menjadi narasi humanis yang menyentuh masyarakat. Lebih dari 10.330 Pranata Humas se-Indonesia, termasuk ratusan di Kemenkes, merupakan kekuatan besar counter-narasi.

Redaktur: Wae

Sumber: Kemenkes

pusaran.news: