PUSARAN.NEWS – Kementerian Kehutanan terus menunjukkan komitmen kuat dalam menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) meski memasuki bulan Ramadan. Upaya siaga penuh ini menjadi sorotan utama untuk mencegah meluasnya titik api di wilayah rawan, khususnya Provinsi Riau yang telah menetapkan status darurat.
Petugas tetap berada di lapangan tanpa henti, memastikan pengendalian karhutla berjalan optimal di tengah ibadah puasa. Hal ini menegaskan bahwa penanganan bencana alam tidak mengenal waktu libur, termasuk selama Ramadan.
Menurut Tribratanews.polri.go.id yang mengutip Antara, Kementerian Kehutanan (Kemenhut) memastikan Manggala Agni bersama TNI, Polri, BPBD, serta masyarakat peduli api (MPA) terus aktif mengendalikan kebakaran di sejumlah titik.
Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan Ditjen Gakkum Kemenhut Thomas Nifinluri menegaskan komitmen tersebut. “Meskipun dalam masa Ramadhan, Manggala Agni dan para petugas di lapangan tetap siap siaga dalam mengendalikan kebakaran hutan dan lahan,” kata Direktur Thomas pada Jumat (20/2/2026).
Peristiwa tersebut berlangsung di tengah status siaga darurat karhutla yang ditetapkan melalui SK Nomor 102/2026, berlaku mulai 13 Februari hingga 30 November 2026. Status ini diharapkan memicu kesiapsiagaan seluruh pihak terkait menghadapi potensi ancaman.
Kemenhut telah mengerahkan Manggala Agni secara intensif, termasuk mengirim tenaga tambahan dari Daops Manggala Agni Bukit Tempurung Jambi yang kini bertugas di Dumai, Riau. Langkah ini memperkuat upaya pemadaman di lokasi rawan.
Tim gabungan memprioritaskan pelokalisiran api agar tidak meluas ke permukiman. Upaya ini juga bertujuan mencegah bencana asap yang mengganggu kesehatan masyarakat di Riau.
Titik kebakaran tersebar di beberapa kabupaten seperti Kampar, Bengkalis, Siak, dan Pelalawan. Status lahan bervariasi, mencakup hutan produksi, hutan produksi konversi, kawasan konservasi, serta areal penggunaan lain.
Beberapa lokasi berdekatan dengan kebun sawit milik masyarakat atau perusahaan, bahkan dekat area perumahan dan kavling. Kondisi ini meningkatkan risiko dampak langsung terhadap warga setempat.
Operasi modifikasi cuaca (OMC) turut digelar untuk mendukung pemadaman darat. Di Kabupaten Siak dan Bengkalis, tim telah menyemai 3 ton garam guna memicu hujan buatan.
Upaya gabungan ini melibatkan Manggala Agni Kemenhut, BNPB, BMKG, TNI, Polri, BPBD, serta pihak terkait lainnya. Kolaborasi lintas instansi menjadi kunci keberhasilan pengendalian karhutla.
Kesiapsiagaan selama Ramadan menunjukkan dedikasi tinggi petugas di lapangan. Mereka tetap bekerja keras demi menjaga lingkungan dan keselamatan masyarakat dari ancaman api dan asap.