Industri Farmasi Nasional Dikuatkan Dengan Investasi Rp404 Miliar

Generasi Sehat, Masa Depan Hebat

PUSARAN.NEWS- Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin menegaskan pentingnya transformasi industri farmasi nasional melalui peningkatan kapasitas produksi dalam negeri. Hal tersebut disampaikan saat groundbreaking fasilitas produksi PT Mitra Prima Internasional (MPI) di Kawasan Industri Cakung, Jakarta Timur, Rabu (30/4).

Menkes Budi Gunadi Sadikin menyampaikan bahwa kemandirian sektor kesehatan merupakan langkah strategis menjaga keberlanjutan layanan nasional. Saat ini, sebagian besar bahan baku obat (API) dan produk biologi prioritas telah mulai dikembangkan di dalam negeri.

“Pertumbuhan sektor kesehatan dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan tren positif,” ujar Menkes Budi Gunadi Sadikin. “Hal ini perlu diimbangi dengan penguatan industri dalam negeri agar memberikan nilai tambah, termasuk dalam penciptaan lapangan kerja dan kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).”

Pemerintah terus menyederhanakan regulasi serta memberikan berbagai insentif untuk mendorong investasi sektor manufaktur farmasi. Upaya ini diharapkan dapat memperkuat struktur industri nasional sekaligus meningkatkan daya saing bangsa.

PT Mitra Prima Internasional (MPI), bagian dari Mitra Jaya Group, membangun fasilitas produksi farmasi senilai Rp404 miliar. Proyek ini ditargetkan selesai Oktober 2027, dengan kapasitas 600 juta tablet per tahun dan potensi serapan 213 tenaga kerja.

Melalui transfer teknologi dengan Dr. Reddy’s Laboratories Ltd., PT MPI akan memproduksi obat strategis seperti anti-diabetes, neurologi, dan kardiovaskular. Kehadiran fasilitas ini diharapkan memperkuat ketersediaan obat di dalam negeri secara signifikan.

Kepala Badan POM, Taruna Ikrar, menyampaikan komitmennya mendukung penguatan industri farmasi melalui percepatan layanan perizinan. Dukungan ini bertujuan memastikan keamanan, khasiat, dan mutu produk yang beredar di masyarakat.

“Badan POM terus melakukan perbaikan layanan, baik dalam proses sertifikasi maupun izin edar,” ujar Taruna Ikrar. “Hal tersebut tetap mengedepankan aspek keamanan, khasiat, dan mutu produk farmasi yang beredar.”

BPOM juga menyiapkan skema conditional approval untuk obat-obatan inovatif yang esensial, guna mempercepat akses masyarakat. Langkah ini dilakukan dengan tetap mengacu pada standar internasional demi kualitas dan keamanan terjamin.

Investasi PT MPI ini menjadi langkah strategis memperkuat kapasitas industri farmasi nasional serta mendukung ketahanan kesehatan. Ini juga berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan bagi Indonesia.

Redaktur: Wae

Sumber: Kemenkes

pusaran.news: