Indonesia Suarakan Pemerataan Energi di KTT BIMP-EAGA

Foto: kementerian-esdm-masuk-nominasi-8-besar-percepatan-pelaksanaan-berusaha-bkpm">Kementerian ESDM Masuk Nominasi 8 Besar Percepatan Pelaksanaan Berusaha BKPM

PUSARAN.NEWS- Cebu – Indonesia kembali menyuarakan pentingnya pemerataan akses energi di wilayah terluar dalam Special BIMP-EAGA Leaders’ Summit di Filipina, Kamis (7/5) waktu setempat. Masyarakat pelosok masih bergantung pada genset mahal, menghambat aktivitas ekonomi serta layanan publik akibat pasokan listrik terbatas.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, mendampingi Presiden RI, menegaskan komitmen tersebut. Ia menyatakan infrastruktur energi kawasan wajib memberikan dampak nyata bagi masyarakat di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Menurut Bahlil, kerja sama subregional tidak hanya fokus pada konektivitas antarnegara, namun juga harus mampu menghadirkan akses listrik merata. Ini penting agar listrik andal dan terjangkau dapat dinikmati hingga ke daerah paling terpencil di kawasan tersebut.

Bahlil menjelaskan, “Pertemuan ini merupakan inisiatif kerja sama ekonomi subregional yang dibentuk pada tahun 1994 untuk mendorong pembangunan di daerah 3T bagi empat negara anggota.” Forum ini berperan sentral dalam mencapai tujuan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.

Forum BIMP-EAGA menjadi momentum penting bagi Indonesia memperkuat sinergi pembangunan kelistrikan lintas kawasan. Upaya ini mencakup proyek interkoneksi energi, elektrifikasi pedesaan, serta pengembangan energi baru terbarukan secara berkelanjutan.

Akses energi yang lebih baik dinilai penting bagi masyarakat di wilayah perbatasan dan pulau-pulau terpencil untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. “Sinergi ini akan memperkuat kolaborasi sehingga masyarakat di daerah remote area mampu mengakses energi dengan harga yang terjangkau untuk kesejahteraan yang lebih baik,” ujar Bahlil.

Melalui partisipasi aktif, Kementerian ESDM optimis pondasi kerja sama empat negara akan semakin kokoh dalam membangun infrastruktur energi. Sinergi ini diharapkan mengamankan rantai pasok masing-masing negara serta mengakselerasi Asia Tenggara sebagai poros pertumbuhan ekonomi tangguh.

Sementara itu, Presiden RI Prabowo Subianto dalam pidatonya menegaskan bahwa BIMP-EAGA harus terus berkembang. Tujuannya agar mampu menjawab kebutuhan masyarakat di kawasan secara lebih nyata dan relevan dengan kondisi terkini.

Presiden Prabowo menekankan, kerja sama subkawasan tersebut harus menjadi lebih adaptif, berdampak, dan responsif terhadap dinamika global yang terus berubah. “Dengan semangat itu, BIMP-EAGA harus terus berkembang. BIMP-EAGA harus lebih adaptif, lebih berdampak, dan lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat kita,” lanjutnya.

Presiden Prabowo juga menekankan bahwa prioritas utama negara-negara anggota saat ini adalah melindungi keselamatan dan kehidupan masyarakat. Visi BIMP-EAGA 2035 telah memberikan arah yang jelas, namun tantangan selanjutnya adalah memastikan implementasi efektif.

Redaktur: Wae

Sumber: ESDM

pusaran.news: