Indonesia Posisi Dua Ketahanan Energi Global Versi JP Morgan
- account_circle pusaran.news
- calendar_month Minggu, 3 Mei 2026
- print Cetak

Foto: kementerian-esdm-masuk-nominasi-8-besar-percepatan-pelaksanaan-berusaha-bkpm">Kementerian ESDM Masuk Nominasi 8 Besar Percepatan Pelaksanaan Berusaha BKPM
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
PUSARAN.NEWS- Lembaga keuangan JP Morgan menempatkan Indonesia di posisi kedua dari 52 negara dengan ketahanan energi terbaik dunia, di tengah gejolak geopolitik. Pengakuan ini menegaskan hasil nyata tata kelola energi nasional di bawah kepemimpinan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.
Menteri Bahlil mengakui kondisi energi nasional saat ini belum ideal, karena Indonesia berbalik dari eksportir dan anggota OPEC menjadi importir minyak. Produksi minyak domestik kini hanya 605 ribu barel per hari, jauh di bawah konsumsi nasional yang mencapai 1,6 juta barel per hari.
“Dalam kondisi ini kita harus putar otak bagaimana caranya harus mencapai kemandirian energi,” kata Bahlil pada Business Forum Himpunan Alumni IPB University, Sabtu (2/5). Namun, pada tahun 2025 produksi minyak nasional berhasil melampaui target APBN untuk pertama kalinya dalam sepuluh tahun, suatu hasil keputusan yang dihindari.
Salah satu strategi adalah mengatasi ribuan sumur minyak tua, warisan kolonial Belanda, yang tidak produktif meski masih memiliki cadangan melimpah. Pemerintah mendorong Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) memakai teknologi baru agar sumur kembali berproduksi, disertai insentif dari negara serta pelibatan masyarakat lokal dalam pengelolaan legal.
Selain itu, ratusan wilayah eksplorasi dengan potensi dan rencana pengembangan di atas kertas bertahun-tahun tidak dieksekusi. Untuk kasus ini, pemerintah mengambil pendekatan lebih tegas dalam mendorong percepatan proyek-proyek yang selama ini dibiarkan mandek.
Blok Abadi Masela, misalnya, mangkrak hampir tiga dekade, kini bergerak setelah pemerintah memberi tenggat tegas kepada operator pengelola. “Kalau you (INPEX) gak jalanin 6 bulan, saya cabut. Dan Alhamdulillah sekarang sudah tender Engineering, Procurement, and Construction (EPC)nya,” jelas Bahlil.
Sebagai hasilnya, proyek Masela senilai USD21 miliar di Maluku kini telah memasuki tahap lelang konstruksi Engineering, Procurement, and Construction (EPC). Sementara itu, Blok Ganal di Kalimantan Timur, dengan temuan barunya, diproyeksikan mulai berproduksi secara signifikan pada 2029.
Di sektor BBM, capaian yang paling dirasakan masyarakat adalah penghentian total impor solar yang ditargetkan pada tahun 2026 mendatang. Langkah ini menjadi tonggak sejarah baru bagi Indonesia, karena untuk pertama kalinya hal tersebut berhasil tercapai dalam sejarah nasional.
Keberhasilan ini ditopang kebijakan mandatori biodiesel yang diterapkan bertahap hampir satu dekade. Pencampuran solar dengan minyak sawit kini mencapai 40%, dan direncanakan akan meningkat secara bertahap hingga 50% di masa depan.
Redaktur: Wae
Sumber: ESDM
- Penulis: pusaran.news
