PUSARAN.NEWS- Kementerian ESDM dan GIZ Energy Programme menggelar lokakarya internasional di Jakarta. Ini membahas sukses India menurunkan tarif surya hingga 3 sen dolar AS/kWh, kunci transformasi energi surya Indonesia capai NZE 2060.
Indonesia saat ini berada pada fase penting transformasi sistem ketenagalistrikan nasional menuju penggunaan energi baru dan terbarukan (EBT) yang lebih luas. Energi surya menjadi andalan dalam bauran energi Indonesia, tertuang dalam Rencana Umum Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PT PLN (Persero) 2025-2034.
Pembelajaran krusial datang dari India yang sukses menurunkan tarif listrik tenaga surya hingga sekitar 3 sen dolar AS per kWh. Kepala BPSDM ESDM Prahoro Yulijanto Nurtjahyo di Jakarta, Kamis (12/2), menekankan, “Keberhasilan tersebut tidak hanya didorong oleh kemajuan teknologi, tetapi juga oleh kebijakan yang konsisten, desain pengadaan yang transparan, pembagian risiko yang lebih seimbang, serta kesiapan infrastruktur dan kelembagaan.”
Lokakarya menjadi ruang dialog kebijakan menggali pengalaman India menurunkan tarif pembangkit listrik tenaga surya (PLTS). Ini merumuskan strategi pengembangan energi surya di Indonesia, selaras komitmen Net Zero Emission (NZE) 2060.
Prahoro mengatakan, keberhasilan transisi energi sangat bergantung pada kesiapan sumber daya manusia dan institusi. Ia menambahkan, “Kerangka regulasi yang kuat dan selaras, perencanaan sistem yang andal, serta kontrak yang bankable hanya dapat berfungsi secara efektif apabila didukung oleh sumber daya manusia yang memiliki pemahaman komprehensif terhadap aspek teknis, ekonomi, hukum, dan operasional.”
Lokakarya ini bagian kerja sama teknis Kementerian ESDM dan GIZ Energy Programme. Ini melalui proyek Renewable Energy to Grid (RE2Grid), fokus transformasi sistem ketenagalistrikan dan peningkatan kontribusi EBT.
Narasumber dari Pemerintah Negara Bagian Madhya Pradesh, India, hadir dalam kegiatan ini. Mereka berbagi pengalaman pengembangan kebijakan energi terbarukan, pengelolaan solar park, serta mekanisme lelang PLTS.
Redaktur: Wae
Sumber: ESDM