Indonesia Gaungkan #GoBeyondOrdinary di ITB Berlin
- account_circle pusaran.news
- calendar_month Rabu, 4 Mar 2026
- print Cetak

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana (tengah) saat membuka Paviliun Indonesia di Berlin Expo Center, Messe Berlin, Selasa (3/3/2026)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
PUSARAN.NEWS- Indonesia gaungkan #GoBeyondOrdinary dalam partisipasi Wonderful Indonesia pada ITB Berlin 2026, pameran pariwisata B2B terbesar di dunia. Kampanye ini menegaskan posisi Indonesia sebagai destinasi wisata berkualitas yang menghadirkan pengalaman bernilai tambah.
Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana, membuka Paviliun Indonesia di Berlin ExpoCenter, Messe Berlin, Selasa (3/3/2026). Beliau menjelaskan bahwa tema #GoBeyondOrdinary dipilih untuk menegaskan Indonesia sebagai destinasi berkualitas dan bernilai tambah.
“Kampanye #GoBeyondOrdinary mencerminkan program unggulan Kementerian Pariwisata, Quality Tourism. Program tersebut menekankan penciptaan nilai tambah melalui prinsip inklusivitas dan keberlanjutan,” ujar Menteri Widiyanti.
ITB Berlin 2026 berlangsung pada 2–5 Maret 2026, dengan Paviliun Indonesia menempati area 441 meter persegi di Hall 26, Booth No. 111. Ini merupakan partisipasi pelaku industri terbesar dalam lima tahun terakhir bagi Paviliun Indonesia.
Paviliun Indonesia menghadirkan lima paket wisata minat khusus yang beragam. Paket-paket tersebut meliputi pariwisata bahari, gastronomi, kebugaran, wastra Nusantara, serta pariwisata ramah Muslim.
Kementerian Pariwisata mempromosikan Destinasi Pariwisata Prioritas (DPP) dan Destinasi Pariwisata Regeneratif (DPR) di ITB Berlin 2026. Destinasi ini dikenalkan melalui immersive experiences dan paket wisata, sejalan dengan program Quality Tourism.
Lebih dari 91 pelaku industri pariwisata dari 11 provinsi turut berpartisipasi dalam pameran ini. Mereka terdiri dari penyedia akomodasi, DMC, agen travel/operator tur, desa wisata, serta penyedia jasa pariwisata lainnya.
“Lebih dari 91 pelaku usaha dari 11 provinsi hadir mewakili keberagaman dan kekuatan pariwisata Indonesia. Kehadiran ini menjadi bukti nyata bahwa pariwisata Indonesia tumbuh melalui kolaborasi, kerja keras, dan kepercayaan bersama,” ungkap Menteri Widiyanti.
Kementerian Pariwisata memanfaatkan ITB Berlin sebagai platform strategis promosi paket pariwisata ramah Muslim. Potensi ini besar karena ITB Berlin mempertemukan buyers dari Eropa, Timur Tengah, Asia, hingga Afrika.
“Dengan keragaman daya tarik, Indonesia menawarkan pengalaman wisata yang menyentuh jiwa dan rasa wisatawan. Ini melalui interaksi masyarakat lokal, kekayaan budaya, serta tradisi autentik di setiap destinasi,” tambah Menteri Widiyanti.
Kementerian Pariwisata menargetkan 498.000–541.000 potensi transaksi wisatawan dari ITB Berlin 2026, senilai 12.9–14.3 triliun rupiah devisa negara. Target ini menunjukkan optimisme kontribusi sektor pariwisata dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.
Dalam kunjungan kerja di Berlin, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana mengunjungi Rumah Budaya Indonesia (RBI) Berlin. RBI merupakan pusat diplomasi budaya yang dikelola Kedutaan Indonesia, memperkuat hubungan Indonesia dan Jerman.(Rls)
Redaktur: wae
- Penulis: pusaran.news
