PUSARAN.NEWS- (04/03) Lembaga pemeringkat internasional Fitch Ratings pada 4 Maret 2026 menegaskan fitch afirmasi peringkat kredit indonesia tetap di level BBB, mencerminkan fondasi ekonomi yang kuat dan prospek jangka menengah solid. Namun, lembaga tersebut menyesuaikan outlook dari stabil menjadi negatif, menggarisbawahi pentingnya konsistensi disiplin kebijakan makroekonomi.
Keputusan ini menyusul serangkaian asesmen dan diskusi di Jakarta pada 23-26 Februari 2026 dengan berbagai kementerian/lembaga dan otoritas.
Fitch menilai rekam jejak Indonesia dalam menjaga stabilitas makroekonomi sangat baik, dengan inflasi terkendali dan struktur utang publik yang moderat dibanding negara sekelas. Lembaga ini memberikan penilaian positif tambahan pada aspek makroekonomi (Qualitative Overlay +1 notch), mengapresiasi kredibilitas kebijakan dan ketahanan sektor keuangan.
Prospek pertumbuhan Indonesia diperkirakan sekitar 5% pada 2026–2027, lebih tinggi dari median negara BBB, dan rasio utang pemerintah diproyeksikan sehat sekitar 41% terhadap PDB. Disiplin fiskal dan permintaan domestik yang kuat juga memperkuat ketahanan ekonomi nasional.
Penyesuaian outlook dari stabil menjadi negatif oleh Fitch terkait beberapa catatan spesifik. Fitch menyatakan outlook akan kembali stabil jika stabilitas makroekonomi terwujud melalui konsistensi disiplin kebijakan.
Dengan fondasi ekonomi yang kuat, disiplin fiskal terjaga, dan reformasi struktural berkelanjutan, Indonesia tetap berada di jalur positif untuk memperkuat pertumbuhan dan ketahanan ekonomi jangka menengah.
Pemerintah Indonesia menegaskan komitmennya untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan melanjutkan disiplin fiskal sesuai undang-undang. Langkah perbaikan iklim usaha, seperti debottlenecking dan deregulasi, akan terus dilakukan untuk meningkatkan investasi dan akselerasi pertumbuhan ekonomi.
Pemerintah juga memperkuat reformasi struktural demi meningkatkan ketahanan ekonomi nasional.
Berbagai langkah perbaikan telah menunjukkan hasil positif, dengan pertumbuhan tinggi 5,39% pada triwulan IV 2025. Indikator ekonomi awal 2026, seperti indeks kepercayaan konsumsi, purchasing manager’s index, konsumsi listrik (bisnis dan industri), serta penjualan kendaraan, terus menunjukkan momentum perbaikan.
Dari aspek fiskal, perbaikan signifikan juga tercatat.
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menyatakan, “Pendapatan Negara di awal tahun 2026 menunjukkan kinerja yang sangat baik, Januari tumbuh 9,5% (yoy) dan Februari tumbuh 12,8% (yoy), terutama didukung oleh Penerimaan Pajak yang tumbuh tinggi 30,7% (yoy) pada Januari dan 30,4% (yoy) pada Februari. Belanja Negara pun tumbuh signifikan yaitu 25,7% (yoy) pada Januari dan 41,9% (yoy) pada Februari.” Percepatan belanja dan stimulus ekonomi dilakukan terukur untuk mempertahankan momentum pertumbuhan, sambil memastikan APBN sehat dan disiplin fiskal terjaga.
Pemerintah terus meningkatkan koordinasi lintas sektor untuk menjaga momentum akselerasi pertumbuhan ekonomi jangka menengah, sembari mempertahankan stabilitas. Koordinasi kebijakan fiskal-moneter menjadi prioritas untuk menjaga kepercayaan pasar dan memastikan program-program prioritas berjalan efektif serta akuntabel.
Kolaborasi dengan Danantara semakin diperkuat sebagai mesin pertumbuhan baru yang menggerakkan ekonomi melalui investasi strategis di luar APBN, namun tetap fokus pada profit berkelanjutan. Ini termasuk mengungkit investasi swasta bernilai tambah tinggi.
Tata kelola dan operasional Danantara dijaga kredibilitasnya dengan risiko terukur, menjadikannya instrumen investasi strategis yang kredibel, terkelola baik, dan selaras dengan stabilitas makrofiskal jangka panjang.
Sebelum afirmasi, Fitch telah melakukan diskusi dengan Kemenko Perekonomian, Kementerian Keuangan, Bank Indonesia, BP BUMN, Otoritas Jasa Keuangan, Danantara, serta Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal. Posisi peringkat utang Indonesia dari lembaga pemeringkat lainnya adalah Moody’s Baa2 Negatif, S&P BBB Stable, Japan Credit Rating Agency BBB+ Stable, dan Rating & Investment BBB+ Stable.(Rls)
Redaktur: wae