Erick Thohir dan Dato Nazmi Jajaki Kolaborasi Pencak Silat

Menpora RI, Erick Thohir, melakukan pertemuan bilateral dengan Menteri Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga Brunei Darussalam, Dato Nazmi Mohamad di The Meru Hotel, Bali, Senin (4/5). (foto: dok/kemenpora.

PUSARAN.NEWS- Menteri Pemuda dan Olahraga RI, Erick Thohir, bertemu Dato Nazmi Mohamad di Bali pada Senin (4/5). Pertemuan membahas penguatan kolaborasi olahraga, khususnya pengembangan pencak silat mendunia.

Menteri Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga Brunei Darussalam Dato Nazmi Mohamad menyatakan ketertarikannya. Ia ingin meningkatkan kolaborasi pencak silat dengan Indonesia.

Menpora Erick menyambut positif misi memperkuat popularitas pencak silat ke penjuru dunia. Ini sesuai arahan Presiden Prabowo untuk membawa olahraga asli Indonesia mendunia.

“Pertemuan bilateral dengan Brunei Darussalam memang sangat menarik,karena mereka benar-benar memiliki ketertarikan dan komitmen tinggi untuk mempelajari, mengembangkan bahkan sampai menjadi tuan rumah ajang pencak silat. Tentu menjadi kebanggaan bagi kita, bahwa olahraga asli Indonesia semakin banyak peminatnya, sesuai dengan harapan kita dan arahan Bapak Presiden Prabowo bahwa pencak silat yang melambangkan kekuatan dan kekayaan budaya kita ini harus kita bawa mendunia.

Indonesia tentu menyambut baik kolaborasi dan komunikasi yang dibangun Brunei, kita juga akan tindak lanjuti hasil pertemuan ini. Inilah bukti bahwa olahraga bukan sekedar pertandingan, namun penguat dan perekat hubungan persaudaraan antar negara,” ujar Menpora Erick.

Salah satu bentuk sinergi adalah pemanfaatan tenaga kepelatihan dari Indonesia. Menteri Dato Nazmi berharap kualitas atlet Brunei dapat ditingkatkan melalui bantuan tersebut.

Menteri Dato Nazmi juga menyampaikan ambisi Brunei menjadi tuan rumah kejuaraan pencak silat. Perhelatan tersebut dapat berskala regional maupun tingkat dunia.

“Brunei berharap dapat menjadi hosting country untuk perhelatan pencak silat,” ujarnya.

Brunei membuka peluang kolaborasi penyelenggaraan event bersama, seperti co-host dengan Kalimantan. Kedekatan geografis dan budaya dinilai mendukung opsi kerja sama ini.

“Bisa kolaborasi co-host misalkan Brunei dengan Kalimantan,” jelasnya.

Pertemuan bilateral ini diharapkan menjadi langkah konkret mempererat hubungan kedua negara. Ini sekaligus mendorong pencak silat semakin berkembang serta mendunia.

Pertemuan ini merupakan bagian dari Southeast Asia Ministerial Meeting on Youth and Sports 2026. Pemerintah Indonesia melalui Kemenpora menginisiasi pertemuan tingkat tinggi di Asia Tenggara.

Redaktur: Wae

Sumber: Kemenpora

pusaran.news: